News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Saiful Tak Masalah Berada di Hutan hingga 25 Hari Demi Jernang Berkualitas Tinggi

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Saiful Armansyah memperlihatkan jernang yang dipanen dari hutan. SERAMBI INDONESIA/SENI HENDRI

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Saiful Armansyah (32), warga Gampong Panton Rayeuk, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur sudah berburu jernang sejak tujuh tahun lalu.

Hampir semua belantara Aceh sudah dijelajahinya.

Saiful mengenali jernang dari kakak kandungnya, Gunadi, warga Paya Bakong, Aceh Utara.

Sedangkan sang kakak mendapatkan pengetahuan itu dari ayah dan pakciknya, Armaya Wiyadi dan Raman Surya, suku Gayo dari Bener Meriah.

"Nama tumbuhannya semua disebut rotan, tapi rotan itu ada jenis jernang yaitu jernang padi atau kacang, jernang ipoh atau gajah, dan jernang super. Nah yang paling dicari pemburu itu adalah jernang super," kata Saiful dalam bincang-bincang soal jernang dengan Serambi, beberapa hari lalu.

Menurut Saiful perjalanan untuk mencapai lokasi pencarian jernang bisa dua hari satu malam.

"Kalau berangkat pagi di perjalanan nginap semalam, kemudian esok paginya berangkat lagi sampai ke tujuan," katanya.

Baca: Seratusan Warga Banjar Mudita Dirawat saat Nyepi, Diduga Keracunan Nasi Bungkus

Saiful mengaku sudah mencari jernang dari 2010 hingga 2016 dan sudah menjelajahi kawasan hutan Aceh Timur sampai Lokop, Aceh Utara, Lhokseumawe, Samarkilang (Bener Meriah), Gunung Goh Bireun, Beutong, Alubilie, Blang Tadu (Nagan Raya), dan kawasan Leuser.

"Biasanya kami pergi melalui jalan raya, lalu masuk ke perkampungan yang berdekatan dengan hutan. Kami temui perangkat gampong dan mengajak warga setempat jika ada yang mau masuk hutan mencari jernang. Kalau tidak ada yang mau pergi, saya pergi sendiri," jelas Saiful.

Buah jernang milik warga di Desa Timpleung, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya memiliki harga mencapai Rp 250 ribu/kilogram. (Serambi Indonesia)

Misi pencarian jernang bisa mencapai 15 hingga 25 hari di dalam hutan.

"Hasilnya kadang-kadang lumayan dan kadang-kadang hanya cukup ongkos pulang dan bayar utang belanja kepada tauke. Karena kalau nggak ada modal kadang-kadang belanja didanai oleh tauke," jelas Saiful.

Baca: Survei Poltracking: Khofifah-Emil Unggul Elektabilitas dan Popularitas

Jika buah jernang diproses menjadi tepung, harga tepung jernang berkualitas tinggi mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per kilogram.

"Sekarang susah mendapatkan jernang super, karena sudah banyak warga yang melakoni profesi itu," jelas Saiful.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini