News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pengedar Sabu Nangis di Hadapan Penyidik, Ternyata Ini Pemicunya

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sulton, satu diantara tiga tersangka pengedar dan pengguna sabu-sabu mewek tak kuasa membendung air mata di Polres

Laporan Wartawan Surya Hanif Manshuri
 

 
TRIBUNNEWS.COM,  LAMONGAN - Satu dari tiga sekawan pengguna dan pengedar sabu-sabu yang diringkus Satreskoba Polres Lamongan Jawa Timur, Selasa (16/10/2018) menangis.

Ia teringat  ketiga anaknya yang semuanya masih balita.

Sulton (34) warga Desa Plosowahyu, Lamongan, juga takut akan ancaman hukuman yang dijalaninya, maksimal 4 tahun.

"Risikonya begini berat, masak 4 tahun pak," kata Sulton kepada penyidik Polres Lamongan.

Selama menjalani hukuman, Sulton mengaku tidak bisa membayangkan dari mana kebutuhan makan dan sandang anggota keluarganya.

Baca: Dahnil Anzar Harap Padi Tak Dipersulit saat Kampanye, Lukman Edy: Mau Diuntungkan Ya Jadi Petahana

Maklum, Sulton mengaku satu-satunya tulang punggung keluarga dan satu-satunya laki-laki.

"Kok begini risikonya. Terus gimana," ujarnya lirih sembari mewek terurai air matanya.

Dua tersangka lainnya, Samsul Anam (43) warga Made Kecamatan Lamongan dan M Farid Ardiansyah (20) asal Sukomulyo Kecamatan Lamongan.

Baca: Dahnil Anzar Harap Padi Tak Dipersulit saat Kampanye, Lukman Edy: Mau Diuntungkan Ya Jadi Petahana

Keduanya tampak tegar dan tidak menunjukkan ekspresi kesedihan apapun.

"Ya sudah dijalani saja," tandas Farid.

Farid adalah tersangka yang menjadi perantara untuk memenuhi keinginan Sulton mendapatkan barang haram.

Tersangka Farid tidak sendirian sebagai pemasok sabu-sabu. Di bawahnya ada jaringan lagi yakni dari tangan tersangka Samsul Anam sabu-sabu itu ia peroleh. Farid sudah lima kali mendapat pasokan dari Samsul.

"Saya membeli dari Farid tiga kali," sergah Sulton.

Sedangkan Samsul adalah pemain yang pandai memutus mata rantai jaringan di bawahnya.

Ia bertahan mengakui, kalau barang yang dijual ke temanya di Lamongan itu ia peroleh dari Surabaya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini