News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Longsor di Sukabumi

Soal Kisah Pilu Hengki dan Farel Hingga Kendala Evakuasi, Ini Fakta-fakta Longsor di Sukabumi

Editor: Hendra Gunawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tim gabungan mengevakuasi satu korban dari lokasi longsor di Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Gurbenur Jawa Barat, Ridwan Kamil membagikan kisah haru Hengki dan Farel dalam akun Instagram pribadinya @ridwankamil pada Rabu (2/1/2019).

Medan berlumpur dan cuaca hujan menyulitkan petugas SAR bersama TNI dan warga dalam upaya pencarian korban tanah longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi pada hari Selasa (1/1/2019). (BNPB)

Dalam unggahannya tersebut, Ridwan Kamil menuliskan keduanya berhasil lolos dari longsor karena sedang perjalanan menuju masjid untuk shalat magrib.

Menilik hal tersebut pria yang biasa disapa dengan Kang Emil dan sang istri terketuk untuk merawat kedua bocah itu hingga tumbuh dewasa dan mandiri.

"HENGKI dan FAREL, kakak beradik ini menjadi yatim piatu karena kedua orang tua tercintanya menjadi korban longsor di Desa Sinarresmi, Cisolok Sukabumi ini.

Mereka berdua Allah selamatkan, karena pada saat magrib (saat datangnya longsor besar itu), mereka berdua sedang berjalan kaki mau shalat magrib dan mengaji di masjid terdekat.
_____ Insya Allah ke depannya, hidup keduanya akan saya dan Bu Cinta @ataliapr urus sampai mereka dewasa dan mandiri.

Semoga Allah selalu melindungi Hengki dan Farel dan memberikan ketabahan lahir bathin karena kehilangan orang tua kandungnya. Aamiin," tulis Kang Emil.

3. Longsor Susulan Masih Terjadi

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Willem Rampangilei, mengatakan, pemerintah harus menyiapkan lahan relokasi untuk warga terdampak bencana longsor.

Hal tersebut dikatakan karena ancaman longsor masih ada setelah melihat kontur tanah di lokasi bencana.

"Harus dilakukan relokasi Pemda harus menyediakan lahan melihat kondisi tak mungkin lagi untuk ditinggali," ujar Willem seperti dilansir dari TribunJabar.id.

Willem mengatakan ia bekerjasama dengan BMKG akan memasang alat peringatan dini di lokasi yang rawan terdampak bencana.

Setelah melakukan evaluasi dan melihat area longsoran, Willem mengatakan saat ini harus ada enam alat berat yang berupaya mencari korban.

Saat ini hanya terdapat dua alat berat di lokasi pencarian.

4. Cuaca dan Warga yang Menonton jadi Penghambat Proses Pencarian Korban

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini