News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polda Kepri Telisik PT San Hai terkait Izin hingga Mempekerjakan Karyawan Asal Tiongkok

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Batam Herman Rozie sidak PT San Hai di Tanjunguncang.

Biasanya TKA itu datang ke warung untuk beli rokok.

"Jadi kalau mereka beli rokok mereka tunjuk aja rokok apa yang mau dibeli, terus saat bayar kita tunjukkan saja kalkulator, lalu mereka bayar," kata Riski.

Melda warga lainnya mengatakan dirinya sering bertemu para TKA teraebut di pasar kaget.

"Kan setiap hari Minggu ada pasar kaget di depan Pt ASL, jadi mereka jalan kaki belanja ke sana," kata Melda.

Dia mengatakan saat pembayaran, pedagang bisanya menunjukkan harganya lewat kalkulator.

"Mereka tidak ngomong, paling mereka menunjuk saja terus bayar," kata Melda.

Melda menceritakan PT San Hai baru mulai beroperasi pada bulan Oktober 2018 lalu.

"Awalnya pekerjanya hanya cowok, tapi semakin lama semakin banyak dan lebih banyak cewek," katanya.

Dia juga mengatakan pekerja cewek tersebut rata-rata sudah paru baya.

"Tidak ada yang muda, kelihatannya sudah ibu-ibu semua," kata Melda.

Di tempat terpisah Mahmud, Ketua RT Kampung Planduk, mengatakan di PT San Hai ada sekitar 20 TKA, dan sisanya pekerja lokal.

"Kalau untuk pekerja lokal ada sekitar 45 orang dari warga kita sendiri ada enam orang ibu-ibu yang kerja," kata Mahmud.

Dia mengatakan awalnya di PT tersebut semuanya orang asing, namun setelah warga sekitar demo, baru warga mereka diakomodir dan diterima di perusahaan tersebut.

"Kita demo dulu, baru warga kita diterima dan beberapa orang asing itu dipulangkan, dulu sudah pernah kita lapor ke Disnaker dan juga imigrasi, makanya sebagian warga asing itu dipulangkan, namun ada yang datang lagi," kata Mahmud.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini