Laporan Wartawan Tribun Pontianak Sahirul Hakim
TRIBUNNEWS.COM, KAPUAS HULU - Proses pencarian korban tenggelam di Sungai Desa Nanga Sambus Kecamatan Putussibau Utara masih berlanjut.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Rupinus menyatakan, sudah dua hari ini petugas gabungan bersama masyarakat setempat.
"Kami terus berupaya mencari korban yang tenggelam di Sungai Nanga Sambus tersebut," ujarnya kepada Tribun via WhatsApp, Kamis (23/5/2019).
Terkait kendala jelas Rupinus tidak ada lainnya adalah arus sungai Nanga Sambus cukup deras sehingga menyulitkan petugas melakukan penyelaman.
"Selain melakukan penyelaman, petugas gabungan juga mencari penyisiri sungai hingga ke hilir," ungkapnya.
Baca: Mandi di Sungai Buluhan Tabanan, Dewa Giri Tewas Tenggelam
Diketahui bahwa korban adalah warga Desa Nanga Sambus, Kecamatan Putussibau Utara, bernama Bahtiar usai sekitar 60 tahun.
Korban tenggelam pada saat mencari ikan di atas perahu menggunakan pukat.
Tiba-tiba korban terjatuh ke sungai.
Menurut pengakuan pihak keluarga korban mengalami tensi darah tinggi.
Sehingga kemungkinan saat kejadian kondisi korban tensi darah tingg, lalu jatuh ke sungai.
Hingga detik ini 18.01 WIB korban belum juga ditemukan, sudah dua hari dari tanggal 22-23 Mei 2019.
"Diharapkan besok atau malam ini korban bisa ditemukan oleh petugas gabungan dan masyarakat, yang kini terus berupaya mencari korban yang tengelam di Sungai Desa Nanga Sambus Kecamatan Putussibau Utara," ungkapnya.
Baca: Penemuan Mayat Perempuan di Parit, Gegerkan Warga Sungai Jawi
Sementara, Parsini (26) warga Gerumbul Tempelang, Desa Petarangan RT 1 RW 2, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas dilaporka tewas tenggelam di saluran irigasi.
Peristiwa berawal saat Parsini selesai mengantar ibunya ke sawah yang jaraknya sekira 3 kilometer menggunakan sepeda motor Honda Beat berplat nomor R 3752 TG.
Setelah mengantar, Parsini kemudian pulang kembali ke rumahnya melalui jalan inspeksi saluran irigasi Bendung Gerak Serayu.
Diduga Parsini masih kurang mahir dalam menaiki sepeda motor sehingga saat melalui jalan bergelombang laju motor menjadi sulit dikendalikan.
Akhirnya dia tergelincir dan tercebur ke dalam saluran irigasi tersebut, yang memiliki kedalaman 3 sampai 4 meter.
Dua orang yang kala itu sedang melintas melihat Parsini yang tercebur sedang berteriak meminta tolong.
Namun, karena kedua orang tersebut juga tidak dapat berenang, maka keduanya meminta tolong pada orang lain yaitu kepada Poniman (Purnawirawan TNI).
Baca: Amankan Kerusuhan di Pontianak, 3 Polisi Tertembak Senjata Api Rakitan
Ketika Poniman sudah sampai lokasi, Parsini sudah tidak terlihat lagi.
Akhirnya tim pencarian yang terdiri dari Tagana Banyumas, Banser, BPBD, Basarnas Pos Sar Cilacap, dan PMI Banyumas dikerahkan untuk menyisir sejauh 200 meter.
Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia 3 kilometer dari lokasi tenggelam.