"Saya pasang kunci ganda. Pas sudah di luar kosan, pelaku merusak kunci ganda," ujarnya.
Masih kata Alfian, dari rekaman CCTV, seorang pelaku sempat menyadari bahwa ada CCTV di area kosan.
"Dia nggak jadi masuk. Nah yang masuk kawannya yang pakai jaket. Dia copot sandal. Bahkan kelihatan kayak bawa pistol gitu," tuturnya.
Alfian mengaku belum bisa melaporkan kejadian ini lantaran kendaraannya berstatus kredit di leasing (lembaga pembiayaan).
"Rencananya (melapor) ke Polsek Kedaton. Tapi belum bisa karena motor saya kredit. Harus minta surat (keterangan kredit) dari leasing," tandasnya.
Alarm
Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polresta Bandar Lampung Ajun Komisaris Titin Maezunah menyatakan segera meneruskan informasi pencurian motor tersebut.
"Sebaiknya segera lapor, jangan mengulur waktu. Saya akan teruskan informasi ini," katanya.
Polresta telah berkali kali mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap peluang pencurian kendaraan bermotor.
"Khusus kendaraan, sebisa mungkin parkir di tempat yang berada dalam jarak pandang kita," pesan Titin, pekan lalu.
Selain itu, kepolisian mengimbau pemilik kendaraan khususnya motor memberi kunci tambahan. Bahkan jika perlu dengan memasang alarm.
"Pastikan (motor) terkunci dengan benar dan beri kunci tambahan (kunci ganda atau gembok). Kalau perlu, pasang alarm," saran Titin.
Sebulan Lima Aksi Pencurian
Dalam sebulan atau hingga pekan terakhir bulan puasa ini, setidaknya sudah lima kali terjadi aksi pencurian dan perampasan di Bandar Lampung.
Pertama pada 17 Mei, pencurian terjadi di sebuah rumah di Gang Damai Akur RT 14 Lingkungan I, Kecamatan Tanjungsenang. Kawanan maling beraksi pada siang bolong saat penghuni rumah sedang bekerja.
Baca tanpa iklan