Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rizal Bomantama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menkopolhukam Wiranto menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Maluku yang pada tanggal 26 September 2019 lalu diguncang gempa bumi bermagnitudo 6,5.
Hal itu disampaikan Wiranto dalam konferensi pers usai bertemu dengan sejumlah tokoh Maluku di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2019).
Baca: Kata Kemenkominfo soal Perlunya Penertiban Terhadap Aktivitas Buzzer
Sebelumnya, Wiranto menjelaskan bahwa jumlah pengungsi gempa bumi Maluku membeludak karena adanya isu tsunami dan gempa susulan yang lebih besar.
Padahal menurutnya tak ada lembaga negara yang menyampaikan hal tersebut secara resmi.
Oleh karena itu Wiranto meminta pengungsi yang masih memiliki rumah untuk kembali ke kediaman masing-masing agar tidak menjadi beban pemerintah daerah.
Ia menegaskan imbauan itu disampaikan untuk kebaikan pengungsi itu sendiri karena kalau masih di pengungsian maka akses kesehatan dan pendidikan akan lebih sulit.
Akan tetapi pernyataan Wiranto itu ditanggapi sejumlah pihak sebagai pernyataan yang menyinggung masyarakat Maluku.
“Penjelasan saya itu mendapat tanggapan ramai, apabila ada ucapan saya yang dirasa mengganggu perasaan masyarakat Maluku atau dianggap menyakiti hati, pasti tidak saya sengaja. Kalau ada yang tersinggung saya mohon dimaafkan,” ungkap Wiranto.
Lebih lanjut, Wiranto meminta pemerintah daerah setempat untuk melakukan sosialisasi kepada pengungsi agar mulai kembali ke rumah masing-masing.
“Karena di pengungsian adanya potensi penyakit menular dan sanitasi problem besar. Akan menyulitkan mereka sendiri,” tegasnya.
Sementara itu tokoh dari Maluku yang mengikuti pertemuan tersebut yaitu Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy yang juga merupakan tokoh politik berterima kasih mau mengundang tokoh Maluku untuk berdialog.
Ia mengatakan apa yang disampaikan oleh Wiranto serta tindakan yang sudah dilakukan pemerintah pusat sudah lebih dari harapan.
“Respon yang diberikan melebih harapan kami. Pak Wiranto seharusnya tak perlu meminta maaf,” katanya.
Suaidi meminta pemerintah pusat dan daerah segera melakukan penanganan tepat kepada masyarakat terdampak gempa bumi.
Baca: Wiranto Kesal Pernyataannya soal Gempa Maluku Diputarbalikkan
Baca tanpa iklan