News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo

Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Daryono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Densus 88 Mabes Polri melakukan penangkapan terduga teroris di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (29/5/2017).

TRIBUNNEWS.COMĀ - Seorang warga Polokarto, Kabupaten Sukoharjo ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Minggu (17/11/2019).

Terduga teroris tersebut diketahui bernama Imam (35).

Imam ditangkap di Dusun Jatiarum, RT 02 RW 11, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto.

Sehari-hari, Imam menjual peralatan rumah tangga yang dijual secara daring.

Rumah kontrakan terduga teroris yang berada di Dusun Jatiarum, RT 02 RW 11, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Senin (18/11/2019). TribunSolo.com/Agil Tri (TribunSolo.com/Agil Tri)

Ketua RT 02, Ahmad Sutrisna mengkonfirmasi adanya penangkapan warganya.

Hal tersebut diungkapkan Ahmad Sutrisna ketika ditemui, Senin (18/11/2019).

Ahmas Sutrisna menjelaskan tiba-tiba ada mobil yang membawa tim Densus 88 Antiteror mendekat dan membawa Imam.

Menurut penuturan Ahmad Sutrisna, Imam ditangkap sedang berjalan menuju rumahnya setelah menunaikan sholat isya.

Saat itu Imam tengah bersama anaknya.

"Dia ditangkap setelah sholat isya, saat itu dia berjalan menuju ke rumahnya bersama anaknya," jelas Ahmad Sutrisna.

Ahmad Sutrisna mengatakan saat penangkapan terjadi oleh tim Densus 88 Antiteror, anak pertama Imam sempat ketakutan dan berlari.

Anak pertamanya hingga berteriak histeris menanyakan akan dibawa ke mana ayahnya itu.

Namun menurut penuturan Ahmad Sutrisna, Imam merupakan warga Desan Jombor, Kecamatan Bendosari.

Imam bersama istri dan ke empat anaknya mengontrak sebuah rumah di Polokarto.

Anak pertama Imam masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Ahmad Sutrisna menjelaskan, Imam merupakan warga yang baik.

Imam sering membantu apabila terdapat penambahan iuran atau mengharuskan gotong royong di masjid.

"Anaknya yang paling besar sudah TK, yang tiga masih kecil-kecil," terang Ahmad Sutrisna.

"Dia sering membantu jika masjid ada iuran penambahan atau perbaikan fasilitas masjid, dan gotong royong juga di masjid," tambahnya.

Hingga kini, belum diketahui dengan pasti penangkapan Imam berkaitan dengan kasus atau jaringan apa. (*)

(Tribunnews.com/Febia Rosada Fitrianum/Agil Tri)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini