Pertama Fahmi, usia 20 tahun, yang sudah berlatih dan main terompet dalam 4 tahun belakangan ini. Ada juga Awan, berusia 15 tahun, yang sudah berlatih terompet dalam setahun ini.
"Saya ingin melestarikan budaya Sunda," jawab Awan saat ditanya Maruarar kenapa ikut kesenian ini.
Maruarar berpesan kepada semua seniman agar tak dibatasi oleh minimnya fasilitas. Justru dengan fasilitas yan minimalis itu bisa melahirkan kreatifitas yang lebih berkualitas.
"Jangan mau kalah dan dibatasi oleh fasilitas. Kita harus mampu berkualitas dengan fasilitas yang terbatas," ungkap Ara.
Baca tanpa iklan