Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzaki
TRIBUNNEWS.COM, BANJARNEGARA - Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Banyumas harus diisolasi di RSUD Banyumas sepulang dari negara penempatan, Hongkong.
Ini menambah daftar pasien suspect Corona yang dirawat dan diisolasi di rumah sakit di Indonesia.
PMI itu diketahui sudah beberapa hari tinggal di kampung halaman usai pulang dari Hongkong.
Semenjak wabah Corona merebak di Kota Wuhan, China, Pemerintah Indonesia menutup sementara rute penerbangan dari dan menuju China.
Ini dilakukan untuk mencegah masuknya wabah virus Corona ke Indonesia.
Di luar China, rute penerbangan dari dan menuju negara lain masih dibuka.
Meksipun, wabah Corona telah menyebar ke berbagai negara di belahan China, termasuk di negara penempatan PMI semisal Hongkong, Taiwan dan Singapura.
Baca: Ada Satu Pasien Suspect Corona Lagi Masuk RSUD Banyumas, Baru Pulang dari Hongkong
Baca: Sindiran Ernest Prakasa Lihat BCL Dibuat Nangis di Panggung Indonesian Idol 2020: Ga Tega
Baca: Cerita Joko Anwar Bikin Film Pakai Kamera Handphone
Di Hongkong yang tidak begitu jauh dari China, pemerintah setempat bahkan harus meliburkan sekolah untuk pengendalian virus Corona.
Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI Cilacap Evri Kusumasari mengatakan, rute penerbangan dari dan ke negara penempatan memang tidak ditutup.
Karenanya, PMI bebas menentukan jadwal untuk pulang ke Indonesia.
Meskipun, negara penempatan itu rentan terhadap penyebaran virus Corona.
"Jadi PMI masih bisa pulang," katanya.
Karenanya, ia tidak menampik jika ada PMI yang mengambil cuti atau pulang ke Indonesia saat ini karena tidak ada penutupan rute penerbangan.
Ervi mengatakan, PMI biasanya pulang ke tanah air atau mengambil cuti pada liburan sekolah atau mendekati lebaran.
Selain itu, PMI pulang ke tanah air saat masa kontrak kerjanya di negara penempatan habis.
"Kalau cuti bisa menyesuaikan waktunya, gak harus kontrak habis," katanya.
Mewabahnya Corona ini pun dinilainya tidak berpengaruh terhadap semangat kerja PMI di luar negeri.
Tidak ada PMI yang meminta dievakuasi atau berhenti dari pekerjaannya.
Mereka memilih tetap bertahan untuk menyelesaikan kontrak kerjanya di negara penempatan.
Hanya kewaspadaan PMI terhadap penularan virus mematikan meningkat.
Kebutuhan masker pun meningkat hingga banyak PMI meminta kiriman masker dari Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Cilacap dikatakannya sudah membantu pengiriman masker ke PMI.
Maklum, Cilacap menjadi daerah dengan jumlah PMI terbesar di Jawa Tengah.
"Pemerintah Cilacap sudah bantu penyaluran masker dan pegiat buruh migran," katanya. (aqy)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Penerbangan Belum Ditutup, Pekerja Migran Indonesia Asal Hongkong Masih Bebas Pulang ke Indonesia