News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Cegah Kecemasan Berlebih Akibat COVID-19, BK UMM Buka Layanan Konseling Gratis

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Cegah Kecemasan Berlebih Akibat COVID-19, BK UMM Bukan Layanan Konseling Gratis

Covid-19 menimbulkan kecemasan?

Ilustrasi kecemasan (pixabay.com)

Hudaniah mengaku, ada indikasi kecemasan berlebih oleh sebagian masyarakat atas merebaknya virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China ini.

"Dari keluhannya ada beberapa nampaknya itu gangguan psikologis dan pemicunya dia stress akibat COVID-19," katanya.

Namun, Hudaniah memberikan catatan kondisi tersebut tidak lepas dari faktor masalah lain yang dimiliki jauh sebelum merebaknya virus bertipe zoonosis tersebut.

"Jadi keadaannya sekarang merupakan akumulasi dari masalah masalah yang bertumpuk sebelumnya," tegasnya.

Hudaniah membeberkan kecemasan yang timbul disebabkan respon masyarakat terhadap merebaknya COVID-19 beragam.

Ditambah ia menilai keputusan pemerintah yang terkesan mendadak membuat potensi kecemasan masyarakat semakin meningkat.

"Sementara kemampuan respon orang-orang terhadap situasi yang seperti ini kan berbeda-beda. Ada cepat merespon, kuliah online oh oke lah, namun juga ada yang syok kenapa harus beginilah."

Bahkan Hudaniah mengatakan, masyarakat yang memiliki kemampuan fleksibilitas respon terhadap situasi berubah secara mendadak yang cenderung rendah, potensi kecemasan dan stress jauh lebih tinggi.

Baca: Dinkes DKI Buat Fitur Skrining Online Gejala Covid-19, Coba di Sini

Manajemen stress

Layanan konseling BK UMM (https://linktr.ee/bk.umm)

Hudaniah menjelaskan dalam rangka menghadapi kecemasan akibat persebaran COVID-19 dibutuhkan manajemen stress yang baik.

Ini dikarenakan ketika seseorang itu dalam kondisi cemas bahkan stress menyebabkan kemampuan berpikir kritisnya berkurang.

Hudaniah berpedapat stres juga dapat membuat infomasi-informasi masuk dalam benak seseorang tanpa ada seleksi.

Sehingga berita yang belum tentu kebenarannya (hoaks) ditelan mentah-mentah.

"Obat ini bisa menyembuhkan penyakit ini, padahal belum ada penjelasan medis," ucapnya memisalkan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini