News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

POPULER: Pasutri Layani Seks Threesome & Swinger | Kecelakaan Rombongan Pengantin Tewaskan 6 Orang

Penulis: Ifa Nabila
Editor: Daryono
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jenazah korban kecelakaan di RS Kabupaten Sinjai - Mobil pengantar pengantin dari Kabupaten Jeneponto mengarah ke Kabupaten Bone kecelakaan di Kabupaten Sinjai.

Berikut berita selengkapnya.

2. Kecelakaan Rombongan Pengantin

Korban selamat kecelakaan rombongan pengantin asal Jeneponto mendapat perawatan medis di Puskesmas Samaenre, Sinjai Selatan, Sabtu (1582020). (Tribun Timur/Syamsul Bahri)

Kecelakaan rombongan pengantin tepatnya terjadi di Jalan Poros Sinjai-Bulukumba, Km 25-26, Dusun Jatie, Desa Samaturue, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, Kabupaten Sinjai.

Mobil rombongan terjun ke jurang Sungai Apareng Jatie, Desa Samaturue pada pukul 02.00 WITA.

Hal ini diungkapkan seorang saksi yang menduga sopir tidak menguasai medan jalan.

"Sopir Kahimuddin diduga tak kuasai laju mobilnya karena kencang sekali dan tak mengenal medan," ungkap saksi bernama Dani.

Dani menceritakan mobil sempat menabrak pembatas jalan, lalu menabrak pohon kemiri, hingga akhirnya terjun.

Saat mendarat di dasar sungai, bagian atas mobil remuk lantaran mendarat pada air dangkal dengan bebatuan.

Berikut berita selengkapnya.

Baca: Pulang Nonton Dangdut, Pria 20 Tahun Tewas Dibacok Rama-ramai oleh Pemuda Lumajang

Baca: VIRAL Video Pendaki Banjiri Pintu Masuk Gunung Lawu Jalur Cemoro Sewu, Berjubel dan Tak Jaga Jarak

3. Mahasiswa Bayar UKT Pakai Uang Receh

Cuitan seorang mahasiswa yang membayar biaya kuliah menggunakan uang recehan menjadi viral di sosial media. (Twitter.com/@hewanberbicara)

Mahasiswa pemilik akun @hewanberbicara menyebut uang receh yang digunakan adalah pecahan Rp 1.000.

Seluruh uang recehan tersebut cukup untuk membayar biaya kuliah sebesar Rp 3,5 jutaan.

Ia bercerita, uang koin tersebut dikumpulkan dalam botol oleh adiknya.

Lalu ayah dan ibu juga ikut-ikutan melakukan hal serupa sehingga menjadi kebiasaan keluarga.

Ketika akan membayar UKT, ia mengumpulkan uang receh itu dalam plastik masing-masing Rp 100.000 yang dimasukkan kardus.

Ketika ditimbang keseluruhan, berat UKT uang receh itu mencapai 17,5 kilogram.

Ketika hendak dibayarkan, uang recehan itu sempat ditolak oleh pihak bank.

Hal itu lantaran pihak bank tak memiliki mesin penghitung uang receh.

Ia pun harus menukarkan uang itu dengan uang kertas di minimarket terdekat.

Berikut berita selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini