News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Diputusin Pacar karena Ada yang Lebih Cantik, Wanita Ini Mengaku Ikhlas dan Dapat Dukungan Keluarga

Penulis: Nuryanti
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang perempuan bernama Adellya Lorenzah (20) mengaku diputuskan pacar karena ada perempuan yang lebih cantik.

"Sudah ikhlas, saya sudah berbaikan dengan mantan saya."

"Saya sudah mendapat penjelasan yang sebenarnya dari dia," katanya.

Baca juga: Viral Pria Duduk Bersila di Tengah Jalan Lalu Tertabrak Tangki Pertamina, Sopir dan Kernet Ditahan

Baca juga: VIRAL Video Jenazah Dibonceng Motor di Bogor, Ambulans Tak Tersedia dan Angkot Tak Mau Layani

Adellya mendapat dukungan dari keluarga dan teman setelah diputuskan sang pacar.

Mereka pun meminta agar lebih berhati-hati menjalin hubungan dengan orang lain.

"Orang terdekat selalu menghargai keputusan saya, asal itu benar dan membahagiakan saya."

"Teman-teman menyarankan saya untuk lebih berhati-hati lagi," ujar dia.

diputusin karena ada yang lebih cantik

Mengenai videonya yang menjadi viral, Adellya mengaku terkejut.

"Saya enggak menyangka bakal menjadi viral."

"Sebenarnya saya download TikTok hanya untuk bersenang-senang," pungkasnya.

Baca juga: Viral! Begini Gaya Unik Chef Arnold dan Bintang Emon Kalau Jadi Model

Baca juga: Viral Video Wanita Nangis Diputusin Pacar karena Ada yang Lebih Cantik, Ini Kisah Lengkapnya

Berikut keterangan dalam videonya:

"Aku yang ngajari doa sholat. Dia nganggur selama 2 tahun.

Setiap keluar aku yang bayarin. Pakai motor aku juga.

Mukanya sensitif aku yang ribet cari salep, cari sabun muka.

Aku yang ngelakuin segala cara agar dia berhenti mabuk-mabukan.

Sekarang udah dapet kerja, dia putusin aku karena udah sama cewek yang lebih cantik di kerjaannya," tulisnya.

diputusin karena ada yang lebih cantik
Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini