Menurut penuturan Noviani, Dadik dan pelaku sebelumnya memang saling mengenal.
Keduanya telah menjalin hubungan pertemanan sekitar tiga bulan lamanya.
Pelaku juga sering berkunjung ke rumah Dadik.
Sebelum terjadinya pembunuhan pun, Novianti sempat berjumpa dengan pelaku.
"Pelaku sering ke sini, kebetulan pelakunya itu temannya suamiku. Jadi sudah akrab di sini. Sebelum kejadian memang seharian di sini. Kemarinnya lagi sore-sore juga di sini. Memang sering ke sini," terangnya.
Sepekan sebelum terjadinya pembunuhan, frekuensi pertemuan antar keduanya semakin intens.
Namun Novianti tak mengetahui apa penyebabnya.
Sejak saat itulah Dadik semakin bersikap tertutup dihadapan keluarganya.
Baca juga: Pembunuhan Berantai di Kulon Progo: Korbannya Wanita, Dicekoki Minuman Bersoda Cambur Obat FluĀ
Baca juga: Seorang Pria Nekat Lompat dari Jembatan, Diduga Bunuh Diri, Korban Tenggelam karena Tak Bisa Renang
Sebelumnya, keluarga almarhum pun sempat mewaspadai kehadiran pelaku dalam kehidupan Dadik.
Pasalnya, menurut sepengetahuan Novianti, pelaku adalah seorang residivis.
Pria tersebut diketahui pernah terlibat kasus penggelapan uang dan pencurian motor.
Pelaku pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan meringkuk di balik jeruji besi.
"Keluarga pesan jangan main sama itu (pelaku-red). Kemarin sudah diingatkan jangan-dekat dekat. Sudah diiyakan sama Dadik, tapi beberapa hari ini (pelaku) sering ke sini terus ngobrol berdua (dengan Dadik)," tuturnya.
Dirinya pun tetap tak menyangka, bahwa pelaku tega menghabisi nyawa adiknya.
Juga seorang wanita lain di lokasi berbeda. Jumat kemarin, menjadi momen terakhir Novianti untuk berjumpa dengan adiknya.
Baca tanpa iklan