3. Korban Dicekoki Minuman Bersoda dan Obat Flu
Dalam menjalankan aksinya, pelaku memanfaatkan minuman bersoda yang dicampur tiga butir obat flu.
Pelaku kemudian memberikan minuman tersebut kepada korbannya.
Setelah meminumnya, DSD kejang-kejang dan pelaku lantas membenturkan kepala korban ke lantai hingga meninggal dunia.
“Betul, pembunuh keduanya adalah orang yang sama,” ungkap Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu I Nengah Jeffry kepada Tribun Jogja, Sabtu (3/4/2021).
Baca juga: Engkus Tak Manyangka Sang Keponakan yang Sangat Disayangi Tega Bunuh Ayah Sendiri
4. Pengakuan Pelaku
Jeffry menjelaskan keterangan pembunuhan kedua perempuan itu didapatkan langsung dari penuturan Nurma, si pelaku.
Identitas Nurma sebagai pelaku pembunuhan terungkap lantaran ada seorang saksi bernama Septi Arini (21) yang merupakan teman dari TS.
Septi menerangkan bahwa dirinya sempat berkomunikasi via WhatsApp dengan korban TS.
Saat itu, TS menjawab kepada Septi bahwa dirinya sedang pergi dengan laki-laki.
Diketahui, laki-laki itu bernama Nurma Andika Fauzy.
Setelah mendapatkan data dari saksi, polisi kemudian melakukan penggeledahan di rumah Nurma di Tawangsari, Pengasih.
Mereka juga melakukan pencarian di Ngruno, Karangsari, Pengasih dan akhirnya dapat mengamankan pelaku.
“Menurut saksi, korban dan pelaku pergi bareng. Hubungan keduanya kenal. Bukti terlampir di chat WhatsApp,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan tim, Nurma mengakui bahwa dirinya yang membunuh TS dan DSD.
5. Incar Kendaraan Korban
Diduga, Nurma mengincar sepeda motor milik para korban.
Sebab, di pembunuhan pertama, ia sempat menjual sepeda motor milik DSD ke Jawa Tengah.
Sementara, sepeda motor TS sudah disembunyikan dan dititipkan di penitipan di area Wates.
“Kami masih melakukan pemeriksaan pagi ini. Perkembangan selanjutnya akan kami publikasikan lagi,” tandas Jeffry.
Baca juga: Pemuda 21 Tahun di Banda Aceh Bunuh Guru Ngaji, Pelaku Ternyata Alami Gangguan Jiwa
Bibit Psikopat
Pembunuhan dua orang perempuan dalam tenggat waktu seminggu yang dilakukan oleh NAF (21) menimbulkan dugaan pelaku memiliki bibit psikopat.
NAF (21), warga Bujidan, Tawangsari, Pengasih, Kulon Progo membunuh dua perempuan, DSD (21) dan TS (21).
TS merupakan korban terbaru NAF yang ditemukan di Dermaga Desa Wisata Glagah, Jumat (2/4/2021).
Sementara, DSD adalah jenazah perempuan yang ditemukan di Wisma Sermo, Pengasih, Kulon Progo, Selasa (23/3/2021).
“Itu bisa saja merupakan sadisme. Itu berbahaya dan mengarah kepada bibit psikopat,” ungkap Pakar Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Drs Koentjoro MBSc PhD kepada Tribun Jogja, Sabtu (3/4/2021).
Prof Koentjoro menjelaskan mungkin saja dalam keseharian pelaku, ia tidak mendapatkan pendidikan yang memadai.
Ditambah, lingkungan sekitar yang kurang mendukung untuk menjadi pribadi yang baik, sehingga dorongan dari alam bawah sadar untuk menguasai sesuatu semakin besar.
Setelah melakukan pembunuhan, pelaku juga tidak merasa bersalah apalagi menyesal.
Ia akan mengulang perilaku itu terus hingga apa yang diinginkan tercapai. (Tribunjogja.com | Ard | Tro)
Berita lain terkait kasus pembunuhan
Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul AKHIR KISAH Pembunuhan Berantai di Kulon Progo Yogyakarta, Terungkap dari Pesan WA
Baca tanpa iklan