Hal tersebut bisa dikatakan menjadi cahaya harapan di tengah lesunya perekonomian.
Baca juga: Pemerintah Ribut Mau Impor Beras, Bos Bulog Malah Mau Ekspor ke Arab
Apalagi keberhasilan ini terkait masalah pangan yang merupakan kebutuhan mendasar rakyat dan bisa menimbulkan instabilitas bila tak terpenuhi.
“Sampai sekarang, capaian itu masih berlanjut,” ujar Fahmi.
Fahmi menjelaskan, catatan emas dalam semua keberhasilan ini memang tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinan Gubernur Sahbirin.
Kemampuannya melakukan transformasi pertanian dengan pendekatan teknologi dan menyemangati petani Kalsel.
“Kami berharap prestasi ini terus dipertahankan,” kata Fahmi.
Paman Birin, ujar Fahmi, juga merupakan tipikal pemimpin yang sangat memperhatikan peningkatan kesejahteraan para petani.
Peningkatan kesejahteraan petani adalah harga mati bagi Paman Birin. Kecintaannya pada petani meletakkan sektor pertanian menjadi primadona di Kalsel.
Hal itulah yang menjadi faktor penentu mengapa petani tetap bersemangat walau dalam kondisi perekonomian yang lesu akibat pandemi covid-19.
Satu hal yang juga menarik dari Paman Birin adalah kemampuannya dalam menggerakkan roda ekonomi dengan melihat potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Kalsel.
“Ekonomi di Kalsel, meski sempat terdampak Covid-19 sekarang sudah berkembang lagi,” ujarnya.
Kalsel memang terkenal memiliki lahan yang demikian luas. Namun bila tak dikelola dengan cerdas maka bisa saja akan sia-sia dan menjadi lahan tak produktif. Di sinilah kejelian seorang Paman Birin dalam mengenjot potensi Kalsel untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Kalsel.
Pendekatan yang bersahabat serta kejelian dalam melihat potensi peluang untuk rakyat merupakan bagian yang menonjol dari Paman Birin. Di samping itu, kemampuannya menggerakkan organisasi pemerintahan dengan profesional dan rasa tanggungjawab meletakkan pemerintah hadir sebagai pelayan rakyat.
Baca tanpa iklan