Surami mengatakan, memang dari seluruh warga keturunan Kaledonia di Kampung Totokaton masih saling mengenal dan bersilaturahmi, namun dari anak cucu mereka saat ini hanya bisa bahasa Indonesia dan Jawa.
Ia menceritakan, dari sembilan bersaudara, tak satupun anak Suzzani yang bisa berbicara dengan bahasa Prancis. Hal itu juga katanya terjadi kepada anak cucu warga keturunan Kaledonia lainnya.(sam)
Baca juga: Terlahir sebagai Orang Kaledonia, Nenek di Lamteng Fasih Bahasa Prancis
Baca tanpa iklan