News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wawancara Eksklusif

Bupati Anwar Sadat Jadikan Tanjung Jebung Barat Surga Pinang

Editor: cecep burdansyah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Tanjung Jebung Barat (kemeja putih) saat diwawancarai wartawan Tribun Jambi di ruangan kerjanya.

TRIBUNNEWS.COM, TANJUNG JEBUNG BARAT - Beberapa waktu lalu, sebanyak 18 ton pinang Betara asal KabupatenĀ  Tanjung Jabung Barat diekspor ke Jeddah, Arab Saudi. Ekspor ini difasilitasi Kementerian Perdagangan RI dan Pemerintah Provinsi Jambi. Pinang Betara merupakan satu komoditas andalan di Tanjung Jabung Barat.

Untuk melihat potensi besar pinang tersebut, Tribun Jambi melakukan wawancara ekslusif bersama Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs H Anwar Sadat, M.Ag dengan tema Potensi Pertanian dan Perkebunan khususnya pinang di Tanjung Jabung Barat.

Berikut petikannya:

Potensi Pinang di Tanjung Jabung Barat ini seperti apa?

Saya kira memang Tanjung Jabung Barat ini fundamental perekonomiannnya dari pertanian, perkebunan dan perikanan. Ketika pandemi covid-19 ini ketika semua jalur-jalur perdagangan internasional, ekonomi dunia mengalami konstraksi yang luar biasa, ternyata di Tanjung Jabung Barat itu tidak berimbas.

Saya melihat daya beli masyarakat di pasar-pasar masih ramai, toko-toko masih banyak yang beli, ini menunjukan bahwa pondasi fundamental ekonomi kita cukup kuat, salah satunya pada umumnya sektor perkebunan.

Saya kira ini seharusnya menjadi upaya kita pemerintah daerah betul-betul memaksimalkan perkebunan sebagai andalan ekonomi kerakyatan masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Kemarin, alhamdulillah saya mendampingi Pak Gubernur Jambi launching ekspor perdana pinang ke Arab Saudi. Saya sambil komunikasi dengan importir, importir itu mengatakan bahwa Arab Saudi itu setiap bulannya butuh 30 kontainer, sedangkan Provinsi Jambi hanya mampu memenuhi 18 kontainer, hampir separuhnya.

Pinang yang diekspor itu adalah pinang yang dari Tanjung Jabung Barat dan Tanjung Jabung Timur, ini saya kira membuka peluang pasar yang resmi, yang melewati kargo, melalui pelabuhan, yang dikoordinasikan dengan konjen kita yang ada di Jeddah.

Konjen kita bekerja sama denganĀ  Kementerian perdagangan kemudian langsung ke Konjen Jeddah yang bekerjasama dengan usaha yang ada di sana. Ini kan membuka peluang yang luar biasa, pinang kita bisa menjadi idola karena kualitas pinang kita cukup baik untuk tingkat provinsi dan sangat diminati oleh orang-orang itu (Arab Saudi).

Lahan kita ini memang tidak terlalu luas, cuma 1/3 nya, di samping tanaman-tanaman sela seperti kelapa. Jadi di satu lahan itu ada ditanami kelapa-pinang, tapi secara khusus pinang itu belum secara masif dilaksanakan oleh masyarakat kita.

Jadi, mudah-mudahan dengan adanya pasar baru dan harga pinang yang cukup tinggi, pada akhirnya sekarang masyarakat Tanjung Jabung Barat berbondong-bondong menanam pinang di lahan mereka.

Untuk lahan pertanian kurang lebih punya lahan 10 ribu hektare, kemudian untuk perkebunan kurang lebih untuk pinang ada 25 ribu hektare. Harapan kita dengan lahan yang seluas ini mudah-mudahan betul-betul dimanfaatkan untuk menanam pinang.

Apakah sebenarnya Tanjung Jabung Barat sebelumnya mampu mengekspor pinang lebih banyak lagi?

Jadi karena masyarakat Tanjung Jabung Barat ini individual accept, jadi pengusaha itu jual sendiri, bawa sendiri kemana-mana, ke Singapura atau ke Malaysia. Sehingga tidak terpantau oleh dinas perdagangan kita, dan tidak bisa menambah income PAD kita.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini