Kesembilan anak tersebut saat ini masih dalam pemeriksaan.
Diakui, ketika malam, mereka memang sering nongkrong dan membawa senjata tajam, dengan alasan untuk berjaga-jaga.
Sampai saat ini, petugas masih melakukan pendalaman.
Sebab, selain dicurigai terlibat aksi pembacokan di Mantrijeron, Kota Yogyakarta, ada informasi bahwa para terduga pelaku tersebut, malam itu sempat muter-muter di seputar jalan Bantul.
"Sekarang ini mereka belum mengaku (terlibat pembacokan). Tapi kita tidak percaya begitu saja. Masih kita dalami. Karena informasi dari Polresta Kota Yogyakarta, ada tiga orang yang kena bacok. Lukanya di kepala, kaki dan tangan," ungkap dia.
Nantinya, jika ada yang terbukti melakukan aksi pembacokan di Kota Yogyakarta, maka pelaku akan diserahkan ke Polresta Yogyakarta.
Namun, yang tidak terlibat dan kedapatan membawa senjata tajam di Bantul, maka disangka dengan UU Darurat.( Tribunjogja.com )
Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Polisi Amankan 9 Pelajar di Bantul, Diduga Pelaku Klitih
Baca tanpa iklan