Kepada tribunmanado.co.id, ia mengatakan, sudah menjual saguer sejak tahun 1973.
"Awalnya saya pulang dari dinas tentara, bingung mau kerja apa. Ya jual saguer saja," kata dia.
Kebiasaan khas kantin kejujuran yakni menjual tanpa dijaga muncul secara alami karena berada di kebun, kios saguer kerap tak terjaga.
"Dari situlah muncul kebiasaan membayar tanpa ada penjual," kata dia.
Ia mengklaim tak pernah ada kerugian.
Malah cuan mengalir deras.
Sehari ia bisa untung satu juta perhari.
"Sehari saya sedia 200 botol. Selalu habis dan harga sebotol 5.000 rupiah," katanya.
Baca juga: Resep dan Cara Membuat Es Leci Sarang Burung, Minuman Segar yang Cocok untuk Menu Buka Puasa
Ia menuturkan, saguer dia olah dari kebun miliknya sebesar 2 hektar.
Kantin kejujuran ala Hery ternyata bergaung di dunia international.
Sebelum Covid 19, ia ingat, kiosnya didatangi oleh turis Amerika Serikat.
"Ia kagum dengan saguer di sini. Pernah pula turis prancis dan jerman datang kemari," katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Ruang Kejujuran di Kedai Minuman Beralkohol di Minut, Hery Raup Untung Sejuta Perhari