TRIBUNNEWS.COM - Satreskrim Polres Brebes menangkap 6 pelaku kasus rudapaksa terhadap seorang wanita di bawah umur berinisial WID, Senin (17/1/2023) sore.
Korban dicekoki minuman keras lalu dirudapaksa oleh para pelaku di sebuah desa wilayah Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Kasus ini terjadi pada Desember 2022 dan menjadi viral karena diselesaikan secara damai.
Proses perdamaian antara pelaku dan korban tidak melibatkan kepolisian dan hanya melibatkan pihak desa serta Lembaga Swadaya Masyarakat.
Baca juga: 6 Pemuda Rudapaksa Remaja di Brebes, Kasusnya Viral karena Berakhir Damai, Polisi Janjikan Ini
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iqbal Alqudusy menjelaskan keenam pelaku ditangkap di rumah masing-masing.
"Dari enam pelaku, lima diantaranya masih di bawah umur dan satu pelaku sudah dewasa," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews.com, Rabu (18/1/2023).
Polisi saat ini masih mendalami kasus rudapaksa anak di bawah umur dengan melakukan pemeriksaan para saksi dan melakukan visum kepada korban.
Iqbal Qudusy menjelaskan para pelaku telah menjalani proses pemeriksaan sejak Selasa (17/1/2023) malam.
"Penyidikan dilakukan secara intens. Para pelaku dibawah umur menjalani pemeriksaan penyidik dengan didampingi petugas dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Pekalongan."
"Sedangkan korban atas nama WID juga sudah bersedia dimintai keterangan oleh penyidik. Untuk pemeriksaan korban didampingi pekerja sosial dari Kemensos," ungkapnya.
Baca juga: Kasus 6 Pemuda Rudapaksa Remaja di Brebes Berakhir Damai, Polisi Diminta Tetap Proses Pelaku
Meski kedua pihak sudah menyelesaikannya melalui mediasi, namum polisi akan tetap menindak para pelaku yang mayoritas masih di bawah umur.
"Untuk kasus Brebes dipastikan lanjut sesuai undang-undang yang berlaku. Kasus tersebut bukan delik dan dipastikan akan diungkap tuntas," tuturnyaa
Sementara itu, KBO Sat Reskrim Polres Brebes, Iptu Puji Haryati mengatakan, kasus ini sebelumnya dimediasi oleh pihak desa dan LSM pada Kamis (29/12/2022).
"Proses mediasi dilakukan di rumah Kepala Desa di wilayah Kecamatan Tanjung Brebes tanpa melibatkan pihak Kepolisian," ungkapnya dikutip dari TribunJateng.com.
Mediasi juga dihadiri oleh tokoh masyarakat setempat dan ketua RT.
Dalam mediasi ini, keluarga korban sepakat untuk tidak melaporkan kasus ini ke kepolisian dan menyelesaikannya secara kekeluargaan.
Baca juga: Anak Penderita Disabilitas di Blora Jadi Korban Rudapaksa Ayahnya: Korban Melahirkan Dua Kali
Terdapat surat pernyataan dari pihak korban yang berisi tidak akan melaporkan kasus ini ke polisi.
Iptu Puji Haryati merasa miris dengan cara penyelesaian seperti ini dan berharap korban kekerasan seksual segera melapor ke polisi.
"Supaya ada penanganan lebih lanjut," pungkasnya.
Ia juga telah mengeluarkan surat perintah tugas (springas) dan surat perintah penyidikan (sprindik) untuk menindaklanjuti kasus ini.
"Kami mendatangi korban dan mengumpulkan alat bukti guna melakukan proses lebih lanjut," terangnya.
Kasus ini masih dalam taham penyidikan dan akan diungkap jika ada perkembangan.
"Untuk update perkembangan kasus akan kami sampaikan," bebernya.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJateng.com/Iwan Arifianto)