News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pesawat Susi Air Dibakar di Papua

Simpang Siur Nasib Pilot Susi Air, Disebut Disandera, Dibantah Panglima TNI

Penulis: Daryono
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Simpang siur nasib pilot Susi Air, disebut disandera KKB, dibantah Panglima TNI.

"Nggak ada penyanderaan, dia kan ini menyelamatkan diri," ungkapnya.

Yudo mengatakan bakal mengirim pasukan ke Papua untuk mengevakuasi pilot dan para penumpang. 

"Iya nanti akan kita terjunkan pasukan kita untuk dievakuasi," ujarnya. 

Tim gabungan alami kendala untuk cari pilot dan penumpang Susi Air

Tim gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz bersama aparat keamanan di Papua masih mencari keberadaan pilot hingga penumpang pesawat Susi Air. 

Upaya pencarian tidak mudah karena terkendala minimnya alat komunikasi. 

"Peristiwa hilang kontak dengan pesawa Susi Air, sampai saat ini masih penyelidikan oleh pihak Polres karena keterbatasan akses telekomunikasi di sana," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo, dalam keterangannya, Rabu (8/2/2023).

Pesawat milik Susi Air dengan seri SI 9368 dilaporkan dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Selasa (7/2/2023) pagi (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Selain itu, Benny mengatakan hingga kini belum adanya fasilitas satuan baik dari TNI maupun Polri di daerah tersebut menjadi hambatan yang didapat dalam proses pencarian.

"Saat ini masih dalam pendalaman terkait kebenaraan informasi itu. Hal ini lantaran sulitnya komunikasi di daerah itu, sehingga banyak muncul isi yang berkembang. Ini perlu adanya kepastian," tuturnya.

Saat ini, lanjut Benny, pihaknya dalam hal ini Polres Nduga masih melakukan konslidasi untuk mempersiapkan upaya untuk turun ke Distrik Paro dan mengungkap kondisi dari pilot hingga penumpang pesawat Susi Air.

"Adapun akses komunikasi di Distrik masih sangat terbatas, sehingga sangat minim informasi. Jadi saya harap untuk bersabar. Yang pastinya ada aksi yang perlu kami respon, respons itu adalah bagaimana negara hadir dalam melindungi masyarakat," ujarnya. 

(Tribunnews.com/Daryono/Abdi Ryanda) (TribunPapua/Calvin Louis Erari)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini