Mengutip Tribun Solo, ia juga mengatakan, korban ada dua.
"Hari ini, informasinya, ada tambahan dua saksi."
"(Dua saksi) pernah mengalami dugaan pelecehan yang pernah dilakukan pelaku," ujar Yudi.
Baca juga: Dugaan Pelecehan di Rumah Sakit Swasta Solo, Korban Mengaku Dilecehkan usai Salat
Meski para saksi sudah memberikan keterangan, tapi masih belum ada penetapan tersangka.
"Sebenarnya ketentuan dari Undang-undang Nomor 22 Tahun 2022, cukup assessment dari dokter visum psikiatrum, keterangan korban, itu sudah bisa jadi alat bukti yang cukup untuk jadi penuntutan," terang Yudi.
Pihaknya juga mengatakan, tak menutup kemungkinan untuk korban melakukan langkah lanjutan.
"Kami menunggu satu minggu ke depan, apabila tidak, kami akan melayangkan surat ke Kapolri," ujar dia.
Yudi menambahkan, korban sendiri saat ini masih bekerja di laboratorium.
"Korban sendiri saat ini masih bekerja," terang Eko Yudi Santoso, Senin (10/4/2023).
Sementara itu, terduga pelaku sudah tak menjabat sebagai kepala laboratorium.
"Terlapor sudah dipindahtugaskan ke bagian kerohanian dan di-non job-kan," ujar Yudi.
Ia menambahkan, korban masih mengalami trauma.
"(Korban) masih ada trauma secara psikis."
"Apabila ketemu masih ada ketakutan," katanya.
Baca juga: Kemenag Sebut Izin Pesantren Al-Minhaj Batang Bisa Dicabut Jika Pelaku Terbukti Cabuli 15 Santriwati