News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Obat yang Dicekoki Baby Sitter ke Anak Majikan Bukan untuk Penggemuk Badan, Ini Penjelasan IDAI

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

NR (37), babysitter di Surabaya yang cekoki bayi dengan obat keras saat diamankan polisi. IDAI sebut obat yang dicekoki babysitter ke anak majikan di Surabaya bukan penggemuk badan, bahaya jika diberikan dalam waktu yang lama.

TRIBUNNEWS.COM - NR (37), babysitter di Surabaya, Jawa Timur tega mencekoki anak majikannya, EL (2) dengan obat keras.

Dalam narasi yang beredar sebelumnya, obat itu untuk penggemuk badan.

NR diketahui memberikan obat pronicy dan deksametason kepada anak majikannya selama setahun.

Kejadian itu pun direspons Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur, Sjamsul Arief.

Menurutnya, dua obat yang diberikan itu bukan untuk menambah berat badan balita.

"Dua obat dimaksud bukan untuk menambah berat badan balita."

"Justru bahaya jika diberikan pada waktu lama," katanya saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (15/10/2024).

Dijelaskannya, obat Pronicy digunakan untuk alergi kulit, gatal-gatal atau batuk alergi.

Sementara deksametason adalah obat untuk menekan reaksi imunologis pada orang yang punya reaksi imunologis berlebihan, seperti pada penderita lupus.

Pemberian deksametason pada balita, kata Sjamsul, akan menimbulkan ketidakseimbangan metabolisme.

"Sehingga terjadi penumpukan garam dan air dan anak kelihatan gemuk, gampang terkena infeksi karena penurunan imunitas," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Babysitter Cekoki Bayi Majikan Obat Penggemuk di Surabaya, Nasib Terancam 10 Tahun Penjara

Sebenarnya, semua obat itu bisa saja digunakan pada anak dengan usia tertentu.

Namun, pemberiannya harus dengan resep dokter.

Dia menekankan, jika ingin membuat anak gemuk dan sehat, maka tidak dengan obat-obatan.

"Kalau mau gemuk minum susu yang banyak, ada susu tinggi kalori untuk menaikkan serat badan, konsultasi dengan dokter," terangnya.

Adapun motif NR nekat memberikan obat itu karena ingin tubuh bayi menjadi gemuk dan selalu tenang.

"Motivasi sementara yang disampaikan oleh pelaku ini, alasannya ingin membuat anak ini menjadi lebih gemuk."

"Tapi dia tidak memiliki latar belakang bidang medis," kata Ditreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Farman, Senin (14/10/2024), dilansir SuryaMalang.com.

Obat itu dibeli oleh NR di sebuah marketplace.

NR memperoleh informasi soal obat dua obat itu dari rekannya sesama baby sitter.

"Pengakuannya baru kepada anak ini (EL), selama setahun," tandasnya.

Agar tidak ketahuan majikannya, toples berisi obat itu disembunyikan di lemari kamar mandi.

Dua obat berbentuk pil itu dilarutkan ke dalam minuman EL setiap siang selama setahun.

Kasus ini terungkap pada Agustus 2024, tapi ibu korban, LK baru melapor ke polisi Oktober 2024.

LK mengatakan, NR berasal dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur dan sudah bekerja di rumahnya sejak Oktober 2022.

Baca juga: Kesedihan Ibu di Surabaya Bayinya Dicekoki Babysitter Obat Penggemuk: Hormon Jadi Tidak Normal

"Lama kerja (NR) sudah dua tahun. Dia membeli lewat marketplace."

"Menyimpan obat-obatan itu di laci wastafel kamar mandi anak saya," kata LK saat dihubungi, Sabtu (12/10/2024).

LK mengungkapkan, NR memberikan obat itu kepada anaknya saat memasuki waktu makan siang.

"Momennya tuh hampir tiap hari. Kebanyakan siang hari setelah makan siang."

"Tujuannya supaya anaknya mau makan dan cepat makannya," terang dia.

NR telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dia sudah ditahan sejak Jumat (26/9/2024).

Sebagian artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul MOTIF Babysitter Cekoki Obat Anak Majikan di Surabaya, Resmi jadi Tersangka di Polda Jatim

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, SuryaMalang.com/Luhur Pambudi, Kompas.com/Achmad Faizal)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini