Naomi menjelaskan, mulanya perjalanan pendakian ke Gunung Slamet berjalan lancar namun situasi berubah ketika ia turun dari gunung.
Naomi menuturkan, ia merasa ditinggalkan oleh rombongannya, yang awalnya terdiri dari tujuh orang.
"Tiga orang dari rombongan kami turun duluan.
Saya berada di tengah tapi ketika melihat ke belakang, dua orang yang semula ada di sana tiba-tiba hilang," ungkapnya, Rabu (9/10/2024).
Naomi mendapati jalur yang ia lalui saat turun terasa berbeda.
Baca juga: Pendaki Asal Jakarta yang Hilang Di Gunung Wilis Jatim Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia
Ia tak melewati Pos Plawangan seperti yang dilalui saat naik tapu berakhir di dalam hutan.
Selama tersesat, Naomi mengikuti pergerakan burung yang seolah memandu jalannya.
"Kalau burungnya naik, saya ikut naik. Kalau turun, saya ikut turun."
"Burung itu bahkan berhenti menunggu saya jika saya berdiam diri," urainya.
Pada Selasa pagi, burung itu kembali muncul.
Naomi kembali mengikuti burung itu dan berakhir di pinggir jurang di Gunung Slamet.
Saat itu Naomi mendengar seseorang memanggil namanya.
Kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB, Tim SAR akhirnya menemukan remaja tersebut.
"Begitu melihat petugas SAR berbaju oranye, saya langsung berteriak minta tolong," bebernya.