AD lantas menyanggupi permintaan itu dan datang bertemu polisi tanpa ada pendampingan dari orang dewasa.
Ketika bertemu polisi, AD awalnya hanya dimintai keterangan.
Namun, saat dibawa ke Polrestabes Semarang, AD justru diajak mengikuti pra-rekonstruksi.
Tetapi, ia sama sekali tak melihat bagaimana proses rekonstruksi, sebab berada di dalam mobil.
"Pertama, awalnya saya mau dimintai keterangan. Sampai Polrestabes Semarang, malah diajak pra-rekonstruksi," ujar AD, dikutip dari TribunJateng.com.
"Saya dimasukkan ke mobil (selama pra-rekonstruksi). Tidak lihat proses pra-rekonstruksi," imbuhnya.
Baca juga: Penembak Mati Siswa SMK Semarang Mengelak dari Fakta di Sidang Etik: Kapolrestabes Harus Dicopot
Sebagai informasi, AD bersama teman Gamma yang lain, S, turut menjadi korban penembakan Aipda Robig.
Namun, AD dan S selamat lantaran mereka mengalami luka ringan.
Aipda Robig Resmi Dipecat
Sementara itu, buntut kasus penembakan terhadap Gamma, Aipda Robig Zaenudin disanksi Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) alias dipecat.
Hal ini berdasarkan keputusan sidang etik yang digelar di Mapolrestabes Semarang, Senin.
"Iya, Aipda Robig di-PTDH," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, saat dikonfirmasi setelah sidang, Senin.
Selain dipecat, Aipda Robig juga telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ia tengah ditahan di dalam penempatan khusus (patsus).
"Sudah ditetapkan tersangka," tegas Artanto.