News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Keracunan Massal di Sleman

Diperiksa Polisi Imbas Keracunan Massal 2 Desa di Sleman, Pembuat Siomay Minta Maaf

Penulis: Nina Yuniar
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERACUNAN MASSAL SLEMAN - Kondisi di Posko kesehatan penanganan dugaan keracunan massal di Krasakan, Lumbungrejo, Tempel, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (10/2/2025). Warga diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam hajatan di Dusun Krasakan, Sabtu (8/2/2025) dan pada hari yang sama, puluhan warga di Dusun Sanggrahan, Tlogoadi, Mlati, Sleman juga mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan di sebuah acara arisan. Kedua acara tersebut sama-sama menghidangkan siomay yang diproduksi di satu tempat. Sang penyaji siomay pun diperiksa polisi dan meminta maaf.

"Jadi adonan hari Kamis kemudian masukkan freezer, hari Sabtu pagi saya penyajian," ungkap Pipit. 

Pipit biasa memproduksi adonan untuk siomay di tempat penggilingan daging di Tempel, yang selama ini menjadi langganannya.

Ia datang membawa daging dan bumbu yang telah diracik sesuai takaran untuk diolah menjadi adonan di tempat penggilingan.

Bahan tepung yang dibutuhkan, ia mempercayakan sepenuhnya kepada tempat penggilingan. Setelah adonan jadi, kemudian dibawa pulang olehnya. 

"Langsung saya masukkan di freezer dulu. Setelah itu saya tambahin daun bawang dan wortel."

"Baru saya mulai buat berikutnya. SOP-nya seperti biasanya. Tak ada tambahan pengawet apapun. Itu yang yang biasa saya bikin dan saya juga nggak tahu, itu salahnya di mana," jelas Pipit.  

"Saya juga pengen tahu juga, jika itu mungkin ada salah, itu salahnya di mana, saya juga pengen tahu," tambahnya. 

Adapun, adonan Siomay untuk kegiatan bazar di Sumberejo diproduksi pada Jumat (7/2/2025). Hingga kini, belum ada laporan dugaan keracunan di Sumberrejo.

Pipit mengaku sudah mendatangi warga Sanggrahan untuk menjelaskan bagaimana prosedur pembuatan siomay tersebut.

Sementara, di acara pesta pernikahan di Dusun Krasakan, hingga kini belum ada kepastian penyebab makanan yang diduga membuat ratusan warga keracunan.

Sebab, dalam acara resepsi tersebut hidangan yang disajikan bukan hanya siomay olahan Pipit, melainkan juga terdapat sejumlah makanan lain seperti bakso, sate, es krim, dan krecek.

Pemeriksaan sejumlah sampel makanan yang hari itu dihidangkan, termasuk Siomay yang diproduksi oleh Pipit, kini masih dilakukan di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY.

Update Data Korban

Update data terakhir, korban keracunan di Dusun Krasakan berjumlah 162 orang. Setelah data divalidasi jumlahnya menjadi 148 orang, karena petugas menemukan ada nama yang tercatat dobel.

Dari jumlah tersebut, 47 orang di antaranya masih opname di rumah sakit, sedangkan korban lainnya rawat jalan. 

Kepala Puskesmas Tempel 1, Diana Kusumawati, bersyukur hari ketiga penanganan, kasus mulai melandai.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini