TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Kerap ada keluhan di media sosial soal kecurangan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina.
Pelanggan BBM mengeluh meterannya pas tapi kok pertalite atau pertamax yang masuk ke tangki kendaraan sepertinya berkurang.
Kecurigaan yang terbukti
Kecurigaan pelanggan BBM itu pun ternyata terbukti.
Diberitakan satu unit Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34.4311 di Jalan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat disegel pada Rabu (19/2/2025).
Upaya penyegelan itu dilakukan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dan aparat Bareskrim Polri.
Pasalnya oknum SPBU itu berbuat curang terhadap pelanggannya.
“Temuan ini berdasarkan aduan masyarakat dan kemudian ditindak oleh Bareskrim dan melakukan pendalaman bersama-sama Kemendag dan Pemda," ujar Budi, Rabu (19/2/2025).
Begini caranya SPBU di Sukabumi curang
Terdapat empat pompa pengisian bahan bakar, terdiri atas pengisian Solar, Pertalite, Pertamax, dan Pertalite khusus pengisian kendaraan roda dua.
Di dalam dispenser pengisian BBM tersebut ditemukan alat pengurang pengisian yang disebut dengan PCB (printed circuit board).
Jadi alat ini akan mengurangi pengisian BBM ke pelanggan meski di meterannya terlihat pas.
Ada empat dispenser, yang dipasang PCB, semacam rangkaian elektronik yang akan mengurangi ukuran takaran.
“Jadi 20 liter akan berkurang 600 mililiter atau rata-rata minus tiga persen sehingga takarannya berkurang dan masyarakat atau konsumen dirugikan," ujar Budi,
Dari perbuatan curang SPBU itu kerugian masyarakat atau konsumen sekitar Rp 1,4 miliar per tahun.