News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

5 Populer Regional: Awal Mula Mapolres Tarakan Diserang - 6 Bintara Polres Baubau Aniaya Junior

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MAPOLRES TARAKAN DISERANG - Kapolda Kaltara, Irjen Pol Hary Sudwijanto (kanan) bersama Pangdam VI Mukawarman (kiri) tinjau Mapolres Tarakan, Selasa (25/2/2025), pasca penyerangan yang dilakukan sekelompok oknum TNI. Berikut kronologi penyerangan Mapolres Tarakan oleh puluhan TNI pada Senin (24/2/2025) sekitar pukul 23.30 WITA yang mengakibatkan setidaknya 6 orang terluka.

Baca selengkapnya.

5. Aniaya Junior hingga Pankreas Korban Bocor,  6 Bintara Polisi di Polres Baubau Sultra Mengaku Iseng

PENGANIAYAAN - Korban Bripka A saat di rumah sakit tampak terbaring sebab penganiayaan yang diterimanya, Selasa (25/2/2025) korban diduga alami penganiayaan senior sesama polisi, Kamis(21/2/2025) malam. (TribunnewsSultra.com/Harni Sumatan)

Enam bintara polisi di Polres Baubau disebut hanya iseng membina berujung penganiayaan terhadap junior mereka Bripda A (22).

Hal itu diketahui setelah keenam pelaku diperiksa Propam.

Kabid Humas Polda Sultra, Kombes Iis Kristian menuturkan dari pemeriksaan sementara penyebab enam personel polisi itu menganiaya Bripda A karena iseng hingga melakukan pembinaan berlebihan.

Baca juga:  Anggota Polisi yang Rudapaksa 2 Remaja di Kaimana Ternyata Juga Terseret Kasus Penganiayaan

"Jadi mereka iseng-iseng saja dan pembinaannya berlebihan. Mereka sempat tanya kenal saya tidak? Terus melakukan pembinaan seperti itu," katanya melalui telepon, Rabu (26/2/2025).

Iis mengatakan penganiayaan terhadap Bripda A terjadi  pada Jumat (21/2/2025) di Barak Polres Baubau.

Enam personel ini merupakan bintara polisi lulusan 2023 sementara korban Bripda A, lulusan Polri tahun 2024.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini