Menurutnya, kasus dugaan kebocoran itu tersebut harus segera ditangani agar kebocoran data warga Jabar akibat ulah peretas tidak makin banyak.
"Jangan sampai dibiarkan, melebar dan lebih banyak lagi korban masyarakat Jawa Barat. Tadi ada 9 persen warga Jawa Barat atau 4,6 juta (yang diduga bocor)," katanya.
Disdukcapil Pangandaran: Data kependudukan aman
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jabar, mengklaim data kependudukan warganya masih aman dari upaya peretasan.
Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pangandaran Yadi Setiadi, belum ditemukan kasus kebocoran administrasi data kependudukan di kabupaten itu.
"Untuk di Kabupaten Pangandaran, saya kira administrasi kependudukan masih aman. Alhamdulillah tidak ada, tadi juga saya baru briefing dengan Pak Kepala Bidang dan sampai sekarang belum ada laporan," kata Yadi di Pangandaran, Senin.
Baca juga: 10 Pekerjaan yang Diprediksi Paling Dibutuhkan pada 2030: Ahli Al Diperkirakan Melonjak
Yadi berkata pihaknya terus mengambil upaya antisipatif guna mencegah potensi peretasan, misalnya dengan memastikan ketelitian operator dalam proses input data.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul 4,6 Juta Data Warga Jabar Diduga Bocor Diretas Hacker, Diskominfo Koordinasi dengan Polda Jabar
(Tribunnews/Febri/Tribun Jabar/Hilman Kamaludin)
Baca tanpa iklan