Menurut kerabat almarhum, Yorhans Tasesab, masih banyak anggota keluarga yang dalam perjalanan dari luar kota.
"Keluarga besar dan teman-teman banyak yang belum tiba. Mereka masih di jalan. Mungkin nanti malam suasananya akan mulai ramai," ujarnya kepada Pos Kupang.
Sekitar pukul 15.35 WITA, kakak pertama almarhum bernama Lusi Namo tiba di rumah duka.
Ia turun dari mobil dengan langkah pelan, langsung disambut pelukan hangat dari kerabat.
Tangis pecah saat ia memasuki rumah dan melihat jenazah adiknya.
Suasana haru menyelimuti seluruh ruangan namun tetap dalam balutan kesunyian.
Sementara itu, Glen Fangidae, sepupu dan sahabat dekat Lucky, mengaku terkejut saat menerima kabar duka.
Glen mengenang Lucky sebagai sosok yang terbuka dan hangat.
"Lucky itu orangnya ringan tangan, gampang bergaul, sangat terbuka. Dia cerita semua, dari hal kecil sampai yang penting," ujarnya.
Ia juga mengatakan kebiasaan mereka duduk santai bersama setiap pagi.
"Duduk depan rumah, bikin teh, omong apa saja sebelum ke sekolah. Itu rutinitas kami selama 8 bulan saya di rumah ini," ungkap Glen.
Rencananya, jenazah Prada Lucky akan dimakamkan Sabtu 9 Agustus 2025 pukul 12.00 WITA di Tempat Pemakaman Umum Mapoli, Air Nona, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Diduga Disiksa
Pada 2 Agustus 2025, Prada Lucky Namo dilarikan ke RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, NTT, dalam kondisi sadar, tetapi sangat lemah.
Saat berada di ruang radiologi, Lucky sempat menyampaikan kepada dokter bahwa dirinya menjadi korban kekerasan sesama prajurit.
Terdapat sejumlah lebam, sayatan, dan bekas luka bakar di punggung, tangan, dan kaki Lucky.
Rabu 6 Agustus 2025 pukul 11.23 WITA, Prada Lucky dinyatakan meninggal dunia saat dirawat di Ruang IGD RSUD Aeramo.
Sumber: Tribunnews.com/Pos Kupang/Kompas.TV
Baca tanpa iklan