TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah titik di Kota Denpasar, Bali terdampak banjir yang disebabkan oleh hujan sejak Selasa hingga Rabu (9-10/9/2025).
Ada tujuh titik paling parah terdampak banjir, yakni Kesiman Kertalangu, Padangsambian Kaja, Pura Demak, Panjer, Pemogan dan Sidakarya, dan Pasar Kumbasari.
Bahkan, sejumlah ruas jalan di Kota Denpasar juga lumpuh akibat banjir.
Sebuah bangunan toko di pinggir Tukad (Sungai) Badung, Denpasar juga ambruk diterjang derasnya aliran sungai hingga mengakibatkan tiga orang hanyut.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, pun sudah siap untuk menetapkan status darurat bencana terkait banjir di wilayahnya ini.
Saat ditemui ketika meninjau banjir di Pasar Kumbasari, IGN Jaya Negara menuturkan, pihaknya saat ini sedang berfokus pada evakuasi warga terlebih dahulu.
"Sekarang kami evakuasi dulu. Nanti akan buat status darurat bencana," paparnya, dikutip dari TribunBali.com.
Ia menuturkan, di daerah Kesiman Kertalangu air mencapai atap rumah.
"Bahkan ada anak yang di atas plafon karena airnya tinggi," kata Jaya Negara.
Status darurat bencana, lanjut Jaya Negara, akan dijadikan dasar untuk mengeluarkan anggaran darurat kebencanaan.
Terparah Selama Puluhan Tahun
Jaya Negara mengatakan, banjir kali ini merupakan yang terparah sejak ia lahir.
Baca juga: Cerita Warga saat Banjir Terjang Denpasar, Air Cepat Naik kala Pedagang Pasar Kumbasari Berjualan
Jaya Negara sendiri lahir pada tahun 1966 dan kini berusia 59 tahun.
"Umur segini, baru sekarang lihat (banjir besar)," kata Jaya Negara, dikutip dari TribunBali.com.
Jaya Negara pun sudah menerjunkan semua tim untuk evakuasi warga, termasuk pembersihan bekas banjir.
"Kami ada tim untuk bersih-bersih di Pasar Kumbasari."
Baca tanpa iklan