News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Uskup Emeritus Pius Datubara Tutup Usia, Dikenang Sebagai Pendoa dan Pembawa Damai

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TUTUP USIA - Uskup Emeritus Keuskupan Agung Medan, Mgr Alfred Gonti Pius Datubara OFM. Cap, bercerita tentang kenangan kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Medan pada 13 Oktober 1989 silam, saat ditemui di Keuskupan Agung Medan, Jl Hayam Wuruk, Kota Medan. Mgr Pius Datubara berpulang, Jumat (17/10/2025) pukul 09.13 WIB di Rumah Sakit St. Elisabeth Medan seperti yang disampaikan secara resmi oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kabar duka menyelimuti umat Katolik di Sumatera Utara. 

Uskup Emeritus Keuskupan Agung Medan, Mgr Alfred Gonti Pius Datubara OFMCap berpulang, Jumat (17/10/2025) pukul 09.13 WIB di Rumah Sakit St. Elisabeth Medan.

Kabar tersebut disampaikan secara resmi oleh Uskup Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFMCap yang menyebut kepergian sang uskup sebagai kehilangan besar bagi Gereja Katolik dan masyarakat Sumatera Utara.

“Dalam duka yang mendalam, kami sampaikan bahwa Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara telah menghadap dalam damai kepada Allah Bapa di surga. Beliau adalah gembala penuh kasih yang telah menggembalakan umat Allah di Keuskupan Agung Medan selama lebih dari tiga dekade,” ujar Mgr. Kornelius.

Ia menambahkan, almarhum dikenal luas sebagai sosok yang menyalakan semangat damai di tengah keberagaman, memperjuangkan martabat manusia dan membangun jembatan persaudaraan antaragama.

Jenazah Uskup Pius Datubara akan disemayamkan di Gereja Katedral Medan, Jalan Pemuda No. 1. Jadwal perayaan Ekaristi dan penghormatan akan diumumkan kemudian.

Baca juga: VIDEO WAWANCARA EKSKLUSIF Mgr Pius Datubara Kenang Kunjungan Paus Yohanes Paulus II ke Medan

“Kami mohon doa dari seluruh umat agar jiwa almarhum diterima dalam damai dan kemuliaan kekal bersama para kudus di surga,” tambah Mgr. Kornelius.
 
Sosok Pendoa dan Gembala yang Rendah Hati

Di mata umat, Uskup Pius Datubara dikenal sebagai pribadi yang rendah hati dan penuh kasih.

Seorang umat Katolik dari Balige, Ary Hutapea (35), mengenang beliau sebagai sosok pendoa yang setia melayani umat.

“Sebagai mantan misdinar, saya sering melihat beliau tetap mendoakan umat satu per satu usai misa, bahkan rela menunda makan karena banyak orang yang ingin mendapat berkat dari tangannya,” ujar Ary.

Kerendahan hati dan kesederhanaan Pius Datubara meninggalkan kesan mendalam, terutama bagi kaum muda yang melihat sosoknya sebagai teladan hidup beriman yang tulus.

BERPULANG - Uskup Emeritus Keuskupan Agung Medan Mgr Alfred Gonti Pius Datubara meninggal hari ini, Jumat (17/10/2025). Bagi umat Katolik di Keuskupan Agung Medan, Uskup Emeritus tersebut dikenal sebagai pendoa. ()
Perjalanan Hidup dan Pelayanan

Mgr. Alfred Gonti Pius Datubara lahir pada 12 Februari 1934.

Ia ditahbiskan menjadi imam pada 22 Februari 1964 oleh Uskup Agung Medan kala itu, Antoine Henri van den Hurk.

Pada 5 April 1975, ia terpilih menjadi Uskup Auksilier Medan dengan gelar Uskup Tituler Novi, dan ditahbiskan pada 29 Juni 1975 oleh Justinus Kardinal Darmojuwono, Uskup Agung Semarang.

Setahun kemudian, pada 24 Mei 1976, ia resmi menjabat sebagai Uskup Agung Medan, menggembalakan umat hingga masa pensiunnya pada 12 Februari 2009.

Selama masa pelayanannya, Mgr. Pius Datubara dikenal sebagai tokoh yang mempersembahkan seluruh hidupnya untuk Gereja dan masyarakat Sumatera Utara melayani dengan kelembutan, doa, dan kasih. (Tribun Medan/Maurits Pardosi)

 
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul KABAR DUKA, Uskup Emeritus Pius Datubara Meninggal Dunia, Umat Katolik Kehilangan Sosok Pendoa

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini