News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

4 Fakta Mahasiswi UIN RM Said Bunuh Diri Terjun dari Gedung: Gunakan Kursi, Jatuh di Mobil

Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KASUS BUNUH DIRI - Garis polisi dipasang di UIN Raden Mas Said Surakarta di Kartasura, Sukoharjo, Jumat (17/10/2025), yang menjadi tempat seorang mahasiswi tewas karena diduga bunuh diri.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang mahasiswa UIN Raden Mas Said di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, tewas setelah terjun dari lantai lima gedung kampusnya.

Peristiwa itu terjadi Jumat pagi, (17/10/2025), sekitar pukul 10.00 WIB.

Berikut fakta-fakta kasus mahasiswi bunuh diri di kampus UIN Raden Mas Said. 

1. Masih hidup setelah jatuh

Korban masih hidup setelah terjun dari rooftop. Tubuhnya jatuh di atas mobil Toyota Innova Reborn hitam milik dosen sebelum akhirnya jatuh ke aspal.

“Korban masih hidup setelah jatuh dan langsung ditolong satpam kampus. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit UNS. Namun, sekitar 30 menit kemudian kami menerima informasi korban meninggal dunia di rumah sakit,” kata Kapolsek Kartasura AKP Tugiyo dikutip dari Tribun Solo.

2. Banyak patah tulang

Tugiyo mengatakan korban banyak mengalami patah tulang pada tubuhnya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami patah tulang di kedua kaki, patah tulang pinggul, serta patah tulang bagian leher,” ujar Tugiyo.

Berdasarkan pemeriksaan medis di Rumah Sakit UNS, sejumlah luka parah di beberapa bagian tubuh korban disebabkan oleh benturan keras. 

BUNUH DIRI - Situasi kampus UIN Raden Mas Said di Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, yang menjadi tempat seorang mahasiswi ditemukan tergeletak setelah melakukan percobaan bunuh diri, Jumat, (17/10/2025) pukul 10.45 WIB. (Tribun Solo/Anang Maruf)

3. Lompat menggunakan kursi hitam

Baca juga: Diduga Akhiri Hidup, Mahasiswi UIN RM Said Lompat dari Gedung Kampus, Menimpa Mobil

Tugiyo berkata korban melompat dengan memanfaatkan kursi hitam. Dengan kursi itu, korban naik ke tepi rooftop sebelum terjun.

“Dari hasil olah TKP, korban murni melakukan aksi melompat dari lantai lima rooftop gedung menggunakan sebuah kursi berwarna hitam,” ujar Tugiyo.

“Tidak ada indikasi korban didorong atau dijatuhkan. Murni aksi bunuh diri. Kursi yang digunakan korban juga sudah kami amankan sebagai barang bukti,” katanya.

4. Korban punya riwayat bipolar

Menurut Tugiyo, berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap korban ataupun dugaan keterlibatan orang lain.

Oleh karena itu, polisi menyimpulkan korban memang melakukan tindakan bunuh diri.

Polisi juga membantah rumor adanya perundungan atau konflik internal kampus yang mendorong korban nekat terjun dari gedung kampus.

“Tidak ada indikasi bullying, tidak ada konflik dengan teman-temannya. Kami akan tetap menguatkan hasil pemeriksaan ini dengan keterangan pihak keluarga,” kata Tugiyo.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini