Laporan Wartawan Tribun Madura, Ali Hafidz Syahbana
TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP – Suasana mencekam terjadi di Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Selasa (4/11/2025) malam.
Sebuah water park di Kecamatan Arjasa dilaporkan dibakar massa usai penangkapan tujuh nelayan oleh aparat kepolisian.
Berdasarkan informasi yang diterima TribunMadura.com, kericuhan bermula dari penangkapan tujuh nelayan di Pelabuhan Batu Guluk, Kecamatan Arjasa.
Ketujuh nelayan tersebut disebut tengah melakukan patroli laut dan mendatangi kapal seismik milik PT Kangean Energy Indonesia (KEI).
Saat diamankan, mereka diduga membawa senjata tajam berupa parang.
Baca juga: Kericuhan di Polres Lumajang Dipicu Tewasnya Tersangka Pencurian, Polisi: Kesehatan RH Menurun
“Berawal dari penangkapan nelayan,” ungkap Man, salah satu warga Pulau Kangean saat dihubungi media ini, Selasa malam.
Penangkapan itu memicu kemarahan warga.
Massa kemudian mendatangi Kantor Polsek Kangean untuk memprotes tindakan polisi.
Namun situasi kian memanas hingga akhirnya berujung pada pembakaran sebuah water park di wilayah Arjasa.
“Setelah nelayan ditangkap, warga langsung emosi. Polisi memang sempat melepas mereka, tapi warga sudah terlanjur marah,” ujar sumber lain yang enggan disebutkan namanya.
Ketujuh nelayan disebut telah dilepaskan sebelum insiden pembakaran terjadi. Meski begitu, ketegangan masih terasa di tengah masyarakat.
Sebelum kejadian, beredar video berdurasi sekitar 20 detik di media sosial yang memperlihatkan kobaran api besar di tengah kerumunan warga.
Dalam video tersebut terdengar suara teriakan “bakar” dari salah satu warga di lokasi.
Baca juga: Kelompok Nelayan Berharap Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Ekspor BBL
Selain warga, terlihat pula sejumlah polisi berseragam berupaya menenangkan situasi di tengah suasana yang tegang.
Baca tanpa iklan