News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

DEMA UIN Semarang Kritik Pengawasan KKN, 6 Mahasiswa Meninggal Hanyut di Sungai Kendal

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MAHASISWA TENGGELAM - Dua jenazah mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang yang hanyut di kawasan Tubing Jalinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo Kendal telah ditemukan pada pencarian hari kedua, Rabu (5/11/2025).

TRIBUNNEWS.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah berkumpul di area Landmark Kampus 3 sebagai bentuk solidaritas atan meninggalnya enam mahasiswa.

Acara yang diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Walisongo Semarang diawali dengan doa untuk para korban yang meninggal saat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kendal, Jawa Tengah.

Kemudian, seorang mahasiswa membacakan puisi dan diakhiri dengan kesaksian mahasiwa yang ikut dalam proses evakuasi.

Para mahasiswa kompak mengenakan baju hitam sebagai tanda berduka.

Insiden enam mahasiswa hanyut terjadi di Sungai Jolinggo, Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal pada Selasa (4/11/2025).

Hingga Rabu (5/11/2025) malam, keenam korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal.

Foto para korban dipasang diiringi dengan prosesi tabur bunga.

Mahasiswa yang hadir tak kuasa menahan tangis atas kepergian keenam korban.

Ketua DEMA UIN Semarang, Muhammad Mu'tasim Billah, mengaku kaget mendengar kabar enam mahasiswa hanyut karena banjir saat bermain di sungai.

"Saat awal mendengar kabar, kami sempat tidak percaya. Dan ternyata ini sebuah accident. Kami malam ini menggelar aksi solidaritas dan doa bersama juga sekaligus arahan dari Rektor," ungkapnya, dikutip dari TribunJateng.com.

Menurutnya, LPPM UIN Walisongo sebagai penanggung jawab KKN harus melakukan evaluasi agar insiden serupa tak terjadi.

Baca juga: 6 Mahasiswa UIN Walisongo Tewas Terseret Arus Sungai di Kendal, Nabila Korban Terakhir Ditemukan

Ia berharap dosen pengawas di lokasi KKN ditambah.

"Kedepannya pengawasan dari kemahasiswaan itu harus ditambah. Karena dosen pendamping itu mengawal dua desa. Kedepan harus satu desa satu pembimbing," katanya.

Selain itu, pengawasan dari dosen selama ini kurang sehingga terjadi insiden yang tak diinginkan.

Salah satu mahasiswa yang ikut KKN di Kendal, Yuzrul Rizanul Muna, menerangkan ada 15 orang yang bermain di sungai, namun sembilan di antaranya berada di tepi sungai.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini