News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dosen Untag Semarang Meninggal

Pengacara Dosen Untag Datangi Polda Jateng, Tanya soal Temuan Obat: Obat Sakit atau Apa?

Penulis: Muhammad Renald Shiftanto
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KENANG DOSEN - Ratusan mahasiswa Untag Semarang menggeruduk Markas Polda Jawa Tengah buntut kasus kematian dosen muda berinisial DLL (35), Rabu (19/11/2025). Petir, kuasa hukum keluarga DL datangi Polda Jateng, Senin (24/11/2025) untuk konfirmasi temuan obat yang ditemukan di lokasi kematian korban

TRIBUNNEWS.COM - Kuasa hukum keluarga DL (35), Zainal Abidin Petir mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, Senin (24/11/2025).

DL merupakan dosen di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang dan ditemukan tewas di sebuah hotel di Jl Telaga Bodas Raya, Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025) pagi.

Ditemui TribunJateng.com, Petir menuturkan tujuannya mendatangi Polda Jawa Tengah adalah untuk bertemu penyidik.

Ia hendak menanyakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu (22/11/2025) lalu.

Pada olah TKP Sabtu pekan lalu, penyidik mengamankan obat di lokasi kejadian.

Petir ingin mengonfirmasi soal obat-obatan tersebut.

"Saya mau menanyakan obatnya itu obat apa? Obat sakit, obat perangsang, obat apa? Kan gitu ya? Tadi saya belum tahu,"

"Makanya kenapa saya hari ini harus ke Polda," terangnya, Senin (24/11/2025).

Tak hanya itu, ia juga menanyakan soal potensi penerapan pasal 359 KUHP tentang Kelalaian yang Menyebabkan Kematian Orang Lain yang bisa diterapkan penyidik dalam penanganan kasus ini.

"Saya harus tanya ke penyidik soal potensi kelalaian ini," ujarnya.

Petir mendesak pihak Polda Jateng untuk terbuka kepada publik, terutama penyebab kematian korban.

Baca juga: Polisi Belum Tetapkan Tersangka dalam Kasus Tewasnya Dosen Untag Semarang

"Misal karena obat, obat apa? Misal aktivitas, aktivitas apa?

"Dan, apakah ada kaitannya dengan AKBP Basuki," jelasnya.

Seperti diketahui, kerabat korban sebelumnya menyebut korban meninggal setelah jantungnya sobek karena aktivitas berlebihan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tiwi, kerabat korban.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini