Ringkasan Berita:
- SKI dan CCEPC akan melakukan eksplorasi potensi kerja sama untuk membidik proyek WTE di wilayah Bali.
- Proyek WTE di Bali solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
- SKI akan berperan sebagai penyedia dukungan investasi.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proyek pengolahan limbah atau sampah menjadi energi (Waste-to-Energy) dilakukan di berbagai daerah, termasuk Bali.
Untuk wilayah Bali, saat ini telah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh anak usaha PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC), PT Sirkular Karya Indonesia (SKI) dengan PT CCEPC Indonesia (CCEPC).
Melalui MoU ini, SKI dan CCEPC akan melakukan eksplorasi potensi kerja sama untuk membidik proyek WTE di wilayah Bali.
Direktur Utama SKI, Sugiarto Romeli, menyampaikan, perseroan percaya proyek WTE di Bali dapat menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
“SKI juga terus berupaya mengambil peran dalam
mendukung inisiatif ramah lingkungan, termasuk
pengembangan solusi daur ulang dan ekonomi sirkular," papar Sugiarto dikutip Selasa (25/11/2025).
SKI akan berperan sebagai penyedia dukungan investasi, sementara CCEPC akan menyediakan dukungan teknis sebagai kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Construction) dan O&M (Operation & Maintenance), mempersiapkan studi kelayakan untuk SKI.
Kemudian, melakukan kunjungan lokasi dan penilaian terhadap seluruh jenis limbah yang tersedia di pabrik SKI, serta memberikan dukungan penuh secara ekslusif kepada SKI untuk memenangkan setiap tender yang diikuti oleh SKI.
CCEPC merupakan perusahaan rekayasa internasional yang berfokus pada pengembangan teknologi energi kimia, tenaga listrik ramah lingkungan, pembangunan taman industri, serta proyek infrastruktur dan bangunan sipil.
Dibangun di berbagai Daerah
Di sisi lain, proyek WTE disebut membutuhkan investasi sebesar Rp 91 triliun.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkap proyek WTE akan dilakukan di 33 kota.
"Total investasinya itu mencapai kurang lebih Rp 91 triliun untuk kurang lebih di 33 kota," katanya ketika ditemui di sela-sela acara Indonesia International Sustainability Forum 2025 di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Baca tanpa iklan