Jumlah investasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengolahan 1.000 ton sampah per hari di tiap kota.
Di acara Indonesia International Sustainability Forum 2025 ini, Rosan menyebut sudah ada investor yang menunjukkan minat untuk terlibat.
"Tadi saya disampaikan yang ingin ikut program itu terdaftar sudah mencapai 192 perusahaan untuk program Waste to Energy yang baru saja kita sampaikan ini," ucap Rosan.
Meski proyek ini menyasar 33 kota, tahap awal akan dimulai di 10 kota yang telah lolos asesmen Kementerian Lingkungan Hidup.
Rosan pun menegaskan bahwa tiap kota tidak dibatasi hanya memiliki satu fasilitas pengolahan sampah jadi energi.
Rosan mencontohkan Jakarta yang bisa memiliki tiga hingga empat fasilitas karena volume sampah per harinya yang besar.
"Jakarta ini per harinya itu 8 ribu ton sampah. Sedangkan tumpukan sampahnya itu kalau tidak dilakukan perubahan yang signifikan, itu sudah 55 juta ton. Jadi kalau kita kasih ilustrasi, itu kata Bapak Gubernur, sama dengan 16.500 lapangan bola besarnya," ujar Rosan.
Baca tanpa iklan