Ringkasan Berita:
- Banjir melanda Langsa dan Agam, ratusan warga terdampak, puluhan rumah rusak.
- Banjir & longsor rusak 50 rumah, dua jembatan putus, akses warga terhambat di Tapanuli Utara
- 220 jiwa terdampak, 17 rumah rusak, satu orang hilang terbawa arus sungai di Padang Sidempuan
- Longsor & banjir meluas di 9 kecamatan, 1.902 rumah terdampak, bantuan darurat disalurkan di Tapanuli Tengah
- Potensi cuaca ekstrem Siklon Tropis KOTO & Bibit Siklon 95B berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi.
TRIBUNNEWS.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode Selasa (25/11) hingga Rabu (26/11) pukul 07.00 WIB.
Hujan deras yang dipicu dinamika cuaca ekstrem menyebabkan banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Rangkaian Kejadian Bencana
Kota Langsa, Aceh – Banjir melanda Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, dengan ketinggian air 20–40 cm. Sebanyak 420 warga dari 150 KK terdampak. BPBD Kota Langsa masih melakukan pendataan dan penanganan.
Kabupaten Agam, Sumatera Barat – Hujan deras memicu banjir di Nagari Kampung Tengah (Lubuk Basung) dan Nagari Bawan (Ampek Nagari). Sebanyak 42 KK/143 jiwa serta 21 rumah terdampak.
Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara – Banjir dan longsor merusak 50 rumah di Desa Simangumban Julu dan Desa Siopat Bahal. Dua jembatan penghubung rusak sehingga akses warga terputus.
Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara – Banjir di Kelurahan Hamopan Sibatu, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, berdampak pada 220 jiwa dan 17 rumah. Satu orang dilaporkan hilang terbawa arus sungai.
Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara – Longsor dan banjir meluas di 9 kecamatan, dengan 1.902 rumah dan kepala keluarga terdampak. BPBD bersama tim gabungan melakukan pembersihan material longsor dan distribusi bantuan permakanan.
Potensi Cuaca Ekstrem
BNPB mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak Siklon Tropis KOTO dan Bibit Siklon 95B:
Bibit Siklon 95B berpotensi menimbulkan hujan sedang hingga lebat di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau, disertai angin kencang di Aceh dan Sumatera Utara.
Siklon Tropis KOTO berpotensi memicu hujan lebat di Kalimantan Barat dan Kepulauan Riau, serta gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sangihe–Talaud, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Halmahera, Papua Barat Daya hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Maluku–Papua.
BMKG merilis prakiraan cuaca ekstrem berlaku hingga Rabu (26/11) pukul 19.00 WIB, dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah.
Imbauan BNPB
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah diminta memperkuat sistem peringatan dini, sementara masyarakat diimbau untuk:
- Menghindari aktivitas di sekitar sungai saat hujan deras.
- Waspada terhadap potensi longsor di daerah perbukitan.
- Memperhatikan informasi resmi dari BMKG dan BNPB terkait cuaca ekstrem.
Bencana hidrometeorologi masih menjadi ancaman utama di Indonesia. Dengan adanya siklon tropis dan bibit siklon yang aktif, kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk meminimalisasi risiko korban jiwa dan kerugian material.
Baca tanpa iklan