News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Dosen Untag Semarang Meninggal

Gerak-gerik AKBP Basuki saat Hari Kematian Dosen Untag, Berkali-kali Keluar Masuk Kostel

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERWIRA MENENGAH POLRI - Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jawa Tengah, AKBP Basuki, S.Pd., S.H., M.A.P., saat mengunjungi Mapolres Blora, Senin (19/02/2024). AKBP Basuki kini diamankan Propam Polda Jateng untuk diperiksa terkait kematian dosen perempuan Untag Semarang.

TRIBUNNEWS.COM - Polisi telah menaikkan status kasus tewasnya dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Dwinanda Linchia Levi (35), ke penyidikan.

Kuasa hukum keluarga korban, Zainal Petir, pun meyakini AKBP Basuki akan ditetapkan sebagai tersangka.

AKBP Basuki adalah kekasih dosen Levi. Ia berada di lokasi kejadian ketika korban ditemukan tak bernyawa di kamar nomor 210 kos-hotel (kostel) di Jalan Telaga Bodas Raya Nomor 11 Karangrejo, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (17/11/2025) lalu.

"Artinya sudah ada calon tersangka, siapa lagi kalau bukan AKBP B perwira menengah Polda Jateng," ujar Petir kepada TribunJateng.com, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, penyidik sudah mempunyai dua alat bukti yang cukup mengenai dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh AKBP Basuki, di antaranya dari rekaman kamera CCTV di kostel tersebut.

Pada saat itu, AKBP Basuki dan korban sedang berdua di dalam satu kamar di lantai dua kostel tersebut.

Petir menyebut, AKBP Basuki keluar masuk kamar lebih dari lima kali tanpa berbuat sesuatu dan tampak bingung pada Senin, 17 November sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang ia terima, AKBP Basuki baru lapor kepada polisi pada pukul 10.00 WIB.

"Nah apakah jam itu doktor Levi sudah meninggal atau lagi kondisi kritis. Ini yang perlu didalami oleh penyidik," jelasnya.

Petir menyatakan, hasil rekaman CCTV tersebut perlu didukung pula oleh hasil autopsi. Namun, hasil autopsi belum keluar.

Pihaknya hanya memperoleh informasi jika kasus ini juga akan ditangani ahli toksikologi forensik untuk mengetahui cairan yang ada di jaringan di tubuh korban.

Baca juga: AKBP Basuki Dianggap Lalai, Ditemukan Unsur Pidana di Kasus Tewasnya Dosen Untag Semarang

Ada pula ahli patologi anatomi untuk mengetahui struktur dan jaringan tubuh dalam identifikasi penyebab kematian. 

"Ya semoga lekas ada titik terang," ucapnya.

Di sisi lain, ia meyakini AKBP Basuki akan disanksi berat dalam sidang kode etik. 

Sidang tersebut, masih menunggu persetujuan dari Kapolda Jateng.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini