News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Update BNPB Korban Bencana Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar: 174 Meninggal, 79 Hilang

Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BANJIR DAN LONGSOR - Tim penyelamat membersihkan lumpur setelah hujan deras dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Indonesia, 27 November 2025. BNPB memberikan update informasi korban meninggal dunia akibat bencana alam di Aceh, Sumut, dan Sumbar. (Photo by Gatha Ginting/Xinhua)

 

TRIBUNNEWS.COM - Total 174 warga dilaporkan meninggal dunia dalam update terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Aceh, Sumatra Utara (Sumut) dan Sumatra Barat (Sumbar), per Jumat (28/11/2025).

Jumlah tersebut di antaranya meliputi 35 korban meninggal dalam bencana di Aceh, 116 di Sumut, dan 23 di Sumbar.

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyampaikan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda 3 provinsi dalam konferensi pers dari Bandara Silangit, Tapanuli Utara, Sumatra Utara. 

Menurutnya,  79 warga hilang dan 12 luka-luka akibat bencana ini.

Adapun dampak dari bencana yang terjadi di Sumatra Utara, hingga saat ini terdapat 116 korban meninggal dunia dan 42 orang hilang.

Korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidempuan 1 orang, serta Pakpak Barat 2 orang.

Mandailing Natal tidak melaporkan korban jiwa.

“Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa,” ungkap Suharyanto, dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Sejumlah titik pengungsian masih dalam proses pendataan di sebagian besar wilayah, kecuali Humbang Hasundutan yang tercatat memiliki 1 titik.

Di Mandailing Natal terdapat 8 titik pengungsian dengan jumlah terdampak terbesar berada di Kecamatan Siabu, Muara Batang Gadis, dan Batahan.

Gangguan infrastruktur turut berdampak pada akses transportasi.

Baca juga: Kata Presiden Soal Kemungkinan Status Bencana Nasional di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Di Tapanuli Selatan, jalur nasional Sidempuan–Sibolga terputus di satu titik, sementara jalur Sipirok–Medan terputus di dua titik. 

Di Mandailing Natal, beberapa ruas jalan seperti Singkuang–Tabuyung dan Bulu Soma–Sopotinjak terputus akibat banjir dan longsor.

Upaya pembukaan akses dilakukan melalui pengerahan alat berat.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini