TRIBUNNEWS.COM - Bencana banjir bandang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatra.
Pemerintah kini terus berupaya menanggulangi bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Harga sembako di Padang, Sumatra Barat dan wilayah Aceh mengalami kenaikan imbas banjir bandang.
Selain itu, antrean panjang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) wilayah Medan, Sumatra Utara setelah banjir.
Selengkapnya, berikut sejumlah imbas dari banjir bandang di Sumatra sebagaimana dirangkum Tribunnews.com, Senin (1/12/2025):
1. Harga Cabai dan Bawang di Padang Naik
Sejumlah harga bahan pokok di Pasar Raya Padang, Sumatra Barat, mengalami kenaikan akibat bencana yang melanda 15 kabupaten dan kota di provinsi tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Berdasarkan penelusuran TribunPadang.com di sejumlah lapak pedagang, harga cabai dan sayur masih berada di atas harga normal.
Saat ini, harga cabai berada pada kisaran Rp70-80 ribu per kilogram, naik dari harga normal sekitar Rp60 ribu.
Pada Minggu (30/11/2025), harga tersebut sudah turun dibandingkan sehari sebelumnya yang sempat menembus Rp200 ribu per kilogram.
Dodi Adinda (52), pedagang cabai di Pasar Raya Padang, membenarkan adanya kenaikan harga tersebut.
Ia mengatakan, lonjakan harga mulai terjadi sejak Kamis (27/11/2025), saat Sumbar dilanda banjir bandang dan longsor yang memutus akses utama dari Bukittinggi dan Solok.
Baca juga: Gus Ipul Dampingi Presiden Tinjau Banjir Tapanuli, Pastikan Bantuan Kemensos untuk Pengungsi
"Pasokan cabai terlambat datang. Hari ini harga sudah turun dari Rp180-200 ribu menjadi Rp70-80 ribu. Normalnya memang sekitar Rp60 ribu."
"Kenaikan ini akibat bencana dan hujan terus-menerus, sehingga petani tidak bisa ke ladang dan jalur pengiriman terganggu," ungkap Dodi, Minggu.
Selain cabai, harga bawang di Padang juga mengalami kenaikan.
Harga bawang berada di kisaran Rp55-60 ribu per kilogram, naik dari harga normal sekitar Rp35 ribu.
Baca tanpa iklan