Sementara itu, harga telur naik hingga Rp100 ribu per papan dan sulit ditemukan di pasaran.
“Demikian pula dengan harga barang lainnya yang naik secara drastis di luar kendali. Hal ini tentunya sangat menyulitkan masyarakat kecil yang tidak memiliki kemampuan serta daya beli,” kata Ihsanuddin, Minggu (30/11/2025), dilansir Serambinews.com.
Baca juga: Banjir Bandang di Sumatera, Bahlil Minta Golkar Terlibat Proses Evakuasi dan Tanggap Darurat
Ia menyebut, kondisi ini dipicu kerusakan berat pada sejumlah titik infrastruktur utama.
Ihsanuddin menilai akan terjadi kelangkaan pangan jika tidak segera ditangani dengan cepat.
“Pemerintah Aceh harus segera mengambil langkah-langkah cepat untuk menangani masalah tersebut agar tidak terjadi situasi yang tidak diinginkan."
"Sampai dengan saat ini, arus distribusi barang dan penumpang via jalan darat sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Jumlah Korban
Pada Minggu (30/11/2025) petang, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana tersebut telah menyebabkan 442 korban meninggal dunia dan 402 jiwa masih dinyatakan hilang di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Adapun rinciannya 217 meninggal dunia di Sumatera Utara.
Korban meninggal dunia ini tersebar di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Pakpak Barat, Kota Padang Sidempuan, Deli Serdang, dan Nias.
Sementara itu, untuk korban hilang meningkat menjadi 209 orang dibanding hari sebelumnya, setelah banyak yang melaporkan kehilangan keluarga kepada petugas di tiap-tiap posko daerah di Sumut.
Baca juga: Warning! BMKG Prediksi Banjir Rob Landa Jakarta, Banten dan Pantura Jabar Jelang Nataru
Bencana alam yang terjadi menyebabkan ribuan orang mengungsi yang tersebar di beberapa titik, antara lain 3.600 jiwa di Tapanuli Utara, 1.659 jiwa di Tapanuli Tengah, 4.661 jiwa di Tapanuli Selatan, 4.456 jiwa di Kota Sibolga, 2.200 jiwa di Humbang Hasundutan, dan 1.378 jiwa di Mandailing Natal.
Sementara itu di Aceh, berdasarkan data pada hari yang sama tercatat 96 jiwa meninggal dunia dan 75 jiwa hilang.
Para korban tersebar di Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Aceh Timur, Lhokseumawe, Gayo Lues, Subulussalam, dan Nagan Raya.
Jumlah pengungsi mencapai 62.000 KK di berbagai kabupaten/kota.
Kemudian di Sumatera Barat, tercatat 129 jiwa meninggal dunia, 118 hilang, dan 16 luka-luka.
Baca tanpa iklan