News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Rombongan PMI Lhokseumawe Terpaksa Jalan Kaki 78 Km Karena Akses Jalan Terputus

Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

JALAN KAKI- Rombongan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe, M Agam Khalilullah terpaksa berjalan kaki dari Kabupaten Bener Meriah ke Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh.

TRIBUNNEWS.COM, LHOKSEUMAWE -  Rombongan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe, M Agam Khalilullah terpaksa berjalan kaki dari Kabupaten Bener Meriah ke Kota Lhokseumawe Provinsi Aceh.

Rombongan berjumlah delapan orang tersebut berjalan kaki karena jalan KKA (Bener Meriah-Aceh Utara) ambles dan dipenuhi longsor.

Rombongan tersebut awalnya mengikuti kegiatan PMI Provinsi Aceh, di Takengon Kabupaten Aceh Tengah pada 25 -26 November 2025.

Baca juga: Gempa Hari Ini, Bener Meriah Aceh Diguncang Gempa M 4,7 Berpusat di Darat

Selesai acara, rombongan berencana pulang. Namun sayang, jalan lintas Bireuen-Takengon sudah mulai tertimbun longsor. Mereka harus bertahan di Kota Takengon selama tiga hari.

Pada Sabtu (29/11/2025) siang, rombongan mengendarai mobil mencoba bergerak menuju Bener Meriah.

"Kami yang pertama melintas. Alhamdulillah lewat hingga sampai ke Bener Meriah," kata Agam Khalilullah.

Sampai di Bener Meriah, mereka baru tahu jalan KKA dipenuhi longsor. Mobil kemudian dititipkan di ruah teman dan mereka berjalan kaki.

Lalu dia bersama tujuh temannya yang lain nekat berjalan kaki melintasi jalan KKA agar bisa kembali ke Kota Lhokseumawe.

Berdasarkan data yang tersedia di google maps, jarak Bener Meriah ke Lhokseumawe adalah 78,4 Km.

Menurut M Agam, mereka mulai bergerak dari Bener Meriah pada pukul 17.00 WIB atau pukul 5 sore.

Namun meskipun harus berjalan kaki, medan yang dilalui sengat berbahaya.

Saat ada jalan yang putus total, maka mereka harus turun ke bawah tebing mencari jalan alternatif.

Baca juga: Kemendagri: Karhutla di Kota Wisata Takengon Aceh Tengah Seluas 15 Hektar, Penyebab Belum Diketahui 

Di samping itu juga, mereka harus melintasi jalan yang dipenuhi lumpur akibat longsor.

"Ada juga badan jalan yang dipenuhi bebatuan karena longsor. Tapi kami dengan penuh kehati-hatian tetap berupaya melintas," katanya.

Istirahat sambil makan seadanya dari bekal yang mereka bawa sekitar pukul 22.00 WIB atau pukul 10 malam, mereka sampai di lokasi pengungsian warga setempat. 

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini