News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Pengalaman Kapolda Aceh dan Vilmei Tembus Aceh Tamiang: Seperti Tsunami, Bau Anyir 

Penulis: Theresia Felisiani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KONDISI ACEH TAMIANG - Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah dan konten kreator Vilmei. Kapolda Aceh hingga konten kreator Vilmei bagikan pengalaman saat tiba di Aceh Tamiang, daerah yang terdampak parah dari bencana di Aceh. Tangkapan layar/ig @vilemi/ist

 

TRIBUNNEWS.COM, ACEH - Aceh Tamiang merupakan satu daerah yang disebut warga paling parah terdampak bencana di Aceh.

Daerah ini lumpuh akibat bencana Siklon Senyar yang memicu banjir bandang dan longsor di hampir seluruh Aceh.

Level Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah hingga Relawan kemanusiaan sekaligus konten kreator, Vilmei menceritakan pengalaman mereka saat tiba di Aceh.

 

Kapolda Aceh Sedih saat Tiba di Aceh Tamiang

Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menceritakan pengalaman paling berat sepanjang tugasnya ketika menerobos wilayah Aceh Tamiang pada 1 Desember 2025, setelah daerah itu lumpuh akibat bencana Siklon Senyar yang memicu banjir bandang dan longsor di hampir seluruh Aceh.

Dalam wawancara eksklusif Saksi Kata bersama Serambi Indonesia, Kapolda Aceh mengungkap bahwa saat memasuki Tamiang, ia menemukan keadaan yang nyaris seperti “tsunami kedua”.

Baca juga: Kisah Atlet Terjebak Banjir di Aceh, Naik Boat Seberangi Lautan, Tidak Mandi 3 Hari, Sewa Becak

Pemerintahan lumpuh, jaringan komunikasi mati total, dan masyarakat terisolasi hingga tujuh hari tanpa makanan.

“Sedih saya waktu itu. Tidak ada kekuatan yang bisa saya gerakkan karena anggota saya sendiri tidak ada. Semua terpecah, rumah tenggelam, kantor tenggelam,” ujarnya dikutip Rabu (10/12/2025).

 

Kapolda Aceh Stres

Kapolda bercerita, awal bencana terjadi saat ia sedang rapat di Jakarta bersama para kapolres.

Dalam perjalanan pulang mengikuti Menko Polhukam, ia melihat Aceh gelap gulita dari udara.

“Kapan hujannya? Sejak Senin, Pak. Itu laporan pertama saya dapat. Rabu malam air mulai naik di banyak daerah,” katanya.

Internet terputus, laporan dari 18 kabupaten/kota tersendat.

Hingga Kamis malam, empat daerah sama sekali tidak memberikan kabar: Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini