News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

116 Santri Ponpes Nurrush Sholaah Cimanggung Keracunan, Puluhan Orang Dirujuk ke RS

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERACUNAN MAKANAN - 116 santri Ponpes Nurrush Sholaah Cimanggung keracunan makanan, puluhan dirujuk ke RS, ditangani medis intensif.

TRIBUNNEWS.COM - Ratusan santri Pondok Pesantren Nurrush Sholaah di Dusun Bangkir, Desa Sindanggalih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengalami keracunan makanan pada Jumat (19/12/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun tercatat sebanyak 116 santri mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari dapur pesantren.

Di pondok pesantren, dapur pesantren digunakan untuk mengolah, memasak, dan menyiapkan makanan bagi para santri maupun pengasuh pesantren.

Peristiwa ini terjadi sejak Jumat subuh dan semakin parah menjelang siang hingga sore hari.

Baca juga: Penampakan Dapur MBG di Bogor yang Diduga Sebabkan Puluhan Siswa Keracunan, Kini Tutup Sementara

Suasana di Pondok Pesantren Nurrush Sholaah

Berdasarkan pengamatan di lapangan, pada Jumat pukul 21.17 WIB terlihat empat unit mobil ambulans mengevakuasi para santri yang mengalami gejala keracunan. 

Para korban merasakan mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan dari dapur pesantren.

Keracunan itu membuat sebagian besar murid pria tidak dapat mengikuti ibadah salat Jumat.

Korban Keracunan Dibawa ke Rumah Sakit Terdekat

Camat Cimanggung, Drs. H. Agus Wahyudin, M.Si, mengonfirmasi peristiwa tersebut.

Menurut dia, hingga sore hari korban mulai bertumbangan dan dibawa ke puskesmas serta rumah sakit terdekat. 

“Sementara yang dirujuk baru enam puluhan lebih,” ujarnya.

Agus menegaskan bahwa kasus keracunan ini bukan akibat program MBG, melainkan dari makanan donasi pihak luar yang disajikan untuk kegiatan pesantren.

Para korban keracunan dibawa ke rumah sakit terdekat.

"Sisanya masih observasi dan penanganan," kata dia.

Ia menambahkan, tenaga kesehatan dari puskesmas, dinas kesehatan, hingga aparat desa turun langsung menangani para korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pesantren dan aparat terkait masih berkoordinasi dengan orang tua santri untuk memberikan informasi resmi. 

Baca juga: Geger Tamu Hotel di Istanbul Dievakuasi, Ibu dan Dua Anak Tewas Diduga Keracunan, 8 Orang Ditangkap

Artikel ini telah tayang di Tribunpriangan.com 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini