Indonesia CARE menegaskan aksi kemanusiaan di Sumatra akan terus berlanjut seiring belum pulihnya kondisi para penyintas. Dukungan para dermawan dinilai masih sangat dibutuhkan agar pendampingan bagi korban bencana tidak terhenti.
“Ribuan jiwa kehilangan tempat tinggal, mata pencaharian, bahkan anggota keluarga. Ini pukulan berat. Kami ingin terus mendampingi mereka. Relawan datang silih berganti untuk melanjutkan estafet kepedulian,” pungkas Dwiky.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, Minggu (21/12/2025) pagi per pukul 08.00 WIB. Berdasarkan data itu, tercatat 1090 orang meninggal dunia dan 186 orang masih hilang.
"Update Data Per 21 Desember 2025: meninggal 1090 jiwa, hilang 186 jiwa, terluka 7 ribu jiwa," tulis BNPB, Minggu (21/12/2025).
Baca juga: Dukungan Psikososial Polri Bantu Pulihkan Semangat Korban Banjir di Aceh Tamiang
Selain korban jiwa, BNPB juga mencatat kerusakan infrastruktur. Tercatat 1,6 Rb fasilitas umum rusak, 434 rumah ibadah, 219 fasilitas kesehatan, 290 gedung/kantor, 967 fasilitas pendidikan, dan 145 jembatan terdampak. Sementara itu, sebanyak 147,2 Rb rumah mengalami kerusakan.
Baca tanpa iklan