“Mereka ada dokter-dokter ahli yang sekarang ini ikut mensurvei lokasi ini yang di mana beberapa waktu lalu terjadi outbreak penyakit Herpes, kami sudah melihat mendiagnosa, mempelajari kondisi dan wellfare Gajah ini, dan kami akan melakukan langkah-langkah berikutnya, preventif measurement dari medis dan akan berkala ini. Kami terapkan supaya menghindari terjadi kematian lagi,” ujarnya.
Kolaborasi lintas negara ini diharapkan dapat memperkuat sistem perlindungan gajah di Indonesia. Sekaligus menjadi model penanganan kesehatan satwa liar yang lebih terukur, berbasis data, dan berorientasi pada pencegahan dini.
Langkah ini merupakan upaya dari Kementerian Kehutanan untuk mencegah kematian gajah Sumatera karena infeksi EEHV.
Menteri Kehutanan Raja Antoni sebelumnya memberi arahan untuk mengontak pihak dari India yang bisa menemukan antivirus tersebut.
Baca juga: Laila Menyusul Tari dan Yuni: Mengapa Anak Gajah Sumatera Terus Mati di Riau?
“Tinggal studinya apakah cocok atau tidak dengan gajah kita. Cuma saat ini sudah ada progres. Mereka bahkan mau kasih gratis jika cocok dengan gajah kita. Tinggal satu step riset lagi,” kata Raja Antoni di Sebanga pada 29 November lalu.
Baca tanpa iklan