News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Libur Natal dan Tahun Baru 2026

Wisatawan Ramai ke Yogya Saat Libur Nataru, Benarkah Bali Mulai Ditinggalkan?

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

WISATAWAN - Wisatawan memadati Malioboro saat libur Nataru, sementara Bali tegaskan kunjungan turis mancanegara tetap meningkat.

TRIBUNNEWS.COM - Lonjakan wisatawan di Yogyakarta belakangan ini memunculkan pertanyaan.

Apakah Bali mulai ditinggalkan turis?

Pulau Dewata yang selama ini menjadi ikon pariwisata Indonesia kini harus menghadapi sorotan baru, ketika Yogya tampil sebagai destinasi favorit dengan budaya, sejarah, dan harga yang lebih ramah kantong.

Baca juga: Jumat Malam, Kapal Wisata Tenggelam di Perairan Pulau Padar Labuan Bajo, 4 WNA Spanyol Masih Hilang

Libur Nataru, Wisatawan Serbu Yogyakarta

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebut reservasi hotel sejak 20 Desember hingga 2 Januari awalnya hanya berkisar 30–40 persen. Namun, angka okupansi kini sudah mencapai 61 persen.

“Di tanggal 21 Desember itu 60 persen, ini banyak yang offline datang langsung ke hotel (memesan),” kata Deddy, Senin (22/12/2025).

Melihat tren tersebut, PHRI optimistis target okupansi 80 persen bisa terlampaui. “Target hanya 80 persen, tapi kelihatannya dari target ini bisa naik,” ujarnya.

Menariknya, ramainya wisatawan di Yogyakarta berbanding terbalik dengan kondisi di Bali.

Menurut Deddy, banyak wisatawan yang semula berencana ke Pulau Dewata justru membatalkan perjalanan dan memilih berkunjung ke Yogyakarta.

“Banyak mereka rencana ke Bali mengurungkan lalu ke Jogja. Ini menguntungkan kita tapi harus mewaspadai kemacetan dan lain-lain,” katanya.

Deddy menekankan agar pelaku usaha tidak bersikap aji mumpung saat wisatawan ramai berdatangan.

“Jangan aji mumpung, seperti yang disampaikan pak gubernur ke anggota kami. Jangan manfaatkan momentum Nataru untuk aji mumpung, ini tempat kita promosi,” tegasnya.

Selama libur Nataru, PHRI DIY juga menerapkan batas atas dan bawah tarif kamar hotel. “Kita ada batas atas dan bawah, batas atas 40 persen dari rate (harga hotel),” jelas Deddy.

Baca juga: Malioboro Jogja Macet Akibat Demo, Dealer di Solo Kosongkan Mobil hingga Rumah Jokowi Dijaga Aparat

Aktivitas di kawasan Malioboro yang tampak mulai bergeliat pada Minggu (5/9/2021). (TribunJogya.com/Azka Ramadhan)

Malioboro Diprediksi Diserbu 1,5 Juta Wisatawan

Kawasan Malioboro, jantung Kota Yogyakarta, diperkirakan akan diserbu wisatawan secara besar-besaran pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Prediksi jumlah kunjungan mencapai 1,5 juta orang selama dua pekan masa liburan.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Fitria Dyah Anggraeni, menyebut proyeksi tersebut didasarkan pada data kunjungan tahun lalu serta tren pergerakan wisatawan yang masuk ke DIY.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini